Investasi Pendidikan

By uharsputra

INVESTASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SDM

            Kualitas pendidikan dapat dilihat dari nilai tambah yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan, baik produk dan jasa maupun pelayanan yang mampu bersaing di lapangan kerja yang ada dan yang diperlukan. Peningkatan kualitas SD dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan. Sehubungan dengan masalah ini, Nanan Fatah (2003:6) mengemukakan bahwa “Pendidikan sebagai suatu sistem yang dilihat secara mikro dan makro. Dari tinjauan makro maka peranan stakeholder akan memainkan perannya dan harus mengkaitkan sektor pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, artinya lulusan pendidikan semestinya memiliki kemampuan dan keterampilan yang relevan dengan tuntutan dunia kerja. Hanya dengan cara ini, pendidikan mempunyai kontribusi terhadap ekonomi.” Mengenai relevansi pendidikan dalam arti adanya kesepadanan sebagaimana ditawarkan Djoyonegoro (1995:5) dalam bentuk link and match, pada kenyataannya pendidikan telah sesuai dengan keperluan masyarakat yang sedang membangun. Pendidikan sampai saat ini dianggap sebagai unsur utama dalam pengembangan SDM. SDM lebih bernilai jika memiliki sikap, perilaku, wawasan, kemampuan, keahliam serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan berbagai bidang sektor. Pendidikan merupakan salah satu alat untuk menghasilkan perubahan pada diri manusia. Manusia akan dapat mengetahui segala sesuai yang tidak atau belum diketahui sebelumnya. Pendidikan merupakan hal seluruh umat manusia. Hak untuk memperoleh pendidikan harus diikuti oleh kesempatan dan kemampuan serta kemauannya. Dengan demikian, dapat dilihat dengan jelas betapa pentingnya peranan pendidikan dalam meningkatkan kualitas SDM agar sejajar dengan manusia lain, baik secara regional (otonomi daerah), nasional, maupun internasional (global).

            Tinggi rendahnya kualitas SDM antara lain ditandai dengan adanya unsur kreativitas dan produktivitas yang direalisasikan dengan hasil kerja atau kinerja yang baik secara perorangan atau kelompok. Permasalahan ini akan dapat diatasi apabila SDM mampu menampilkan hasil kerja produktif secara rasional dan memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang umumnya dapat diperoleh melalui pendidikan. Dengan demikian, pendidikan merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas SDM.

            Penmdapat pakar pendidikan mengemukakan “Jika abad silam disebut abad kualitas produk/jasa, maka masa yang akan datang merupakan abad kualitas SDM. SDM yang berkualitas dan pengembangan kualitas SDM bukan merupakan isu atau tema-tema retorik, melainkan merupakan taruhan atau andalan serta ujian setiap individu, kelompok, golongan masyarakat, dan bahkan setiap bangsa.”

            Pengembangan SDM adalah proses sepanjang hayat yang meliputi berbagai bidang kehidupan, terutama dilakukan melalui pendidikan. Jika diliuhat dari sudut pandang ekonomi, peningkatan kualitas SDM lebih ditekankan pada penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi yang dibutuhkan oleh dunia kerja dalam upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas proses produksi dan mempertahankan keseimbangan ekonomi.

            Sehubungan dengan pengembangan SDM untuk peningkatan kualitas, Kartadinata (1997:6) mengemukakan bahwa “Pengembangan SDM berkualitas adalah proses kontekstual, sehingga pengembangan SDM melalui upaya pendidikan bukanlah sebatas menyiapkan manusia yang menguasai pengetahuan dan keterampilan yang cocok dengan dunia kerja pada saat ini, melainkan juga manusia yang mampu, mau, dan siap belajar sepanjang hayat.”

            Program peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan akan memberi manfaat pada organisasi berupa produtivitas, moral, efisiensi, efektivitas, dan stabilitas organisasi dalam mengantisipasi lingkungan, baik dari dalam maupun ke luar organisasi yang selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Perencanaan SDM yang berkualitas, dalam Malaysia’s 2020 (1995), merumuskan beberapa kecenderungan yang terjadi dalam masyarakat global yang perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan kualitas SDM. Kecenderungan tersebut adalah” (1) Dibandingkan dengan dasawarsa 1970-an dan 1980-an, tiga dasawarsa mendatang diperkirakan akan terjadi eksplosi yang hebat, terutama yang menyangkut teknologi informasi dan bioteknologi. Dalam konteks peningkatan kualitas SDM, implikasi yang dapat diangkat adalah para ilmuwan harus bekerja dalam pendekatan multidisipliner dan adanya program pendidikan berkelanjutan (S2/S3), dan (2) Eksplosi teknologi komunikasi yang semakin canggih dapat mempersingkat jarak dan mempercepat perjalanan. Hal inii akan membuat bangsa yang mempunyai kemampuan dan pengetahuan yang relevan dan menguasai teknologi baru secara substantif mampu meningkatkan produktivitasnya. Hasil pemikiran diatas menghadapkan kita pada arah, tantangan, dan tuntutan umum pendidikan dalam kehidupan abad ke-21 sebagai masa depan suatu lembaga. Sehubungan dengan masalah ini, UPI (dulu IKIP Bandung 1997:9) membuat kajian tentang arah, tantangan, dan tuntutan abad ke-21 dalam peningkatan kualitas SDM. Hasil dari kajian tersebut adalah sebagai berikut : (1) Pendidikan adalah modal dasar pembangunan bangsa yang terarah pada upaya memberdayakan seluruh potensi manusia Indonesia, baik yang menyangkut nilai-nilai instrinsik, instrumental maupun transedental; (2) Pendidikan mencakup target khalayak yang amat luas yang mengandung sasaran, tujuan, dan kepentingan yang berbeda-beda dan menuntut suasana yang bervariasi serta multymethods dan multymedia; (3) Fungsi pendidikan akan terarah pada upaya mendorong orang untuk belajar aktif dan memberdayakan semya potensi yang ada pada dirinya; (4) Produk pendidikan yang berwujud SDM harus nenampilkan kualitas yang mandiri dan mengandung keunggulan, baik komparatif maupun kompetititf, baik ditingkat lokal, nasional maupun internasional; (5) Kualitas organisasi (lembaga), kualitas manajemen, dan kualitas kepemimpinan menjadi tuntutan yang semakin luas, terbuka, dan menghendaki ketertiban pada semua unsur yang terarah untuk mencapai pendidikan yang berkualitas pada gilirannya akan mencapai kualitas SDM yang makin baik dan merata; dan (6) Pengembangan sikap sadar teknologi dan sains dan peningkatan kualitas diri para pendidik dan staf adalah hal yang mutlak perlu ditanamkan dan akan digunakan sebagai sarana dalam menyiapkan SDM yang berwawasan teknologi dan memiliki kesiapan belajar sepanjang hayat.

            Program peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan akan memberikan manfaat pada lembaga berupa produktiitas, moral, efisiensi kerja, stabilitas, serta fleksibilitas lembaha dalam mengantisipasi lingkungan, baik dari dalam maupun ke luar lembaga yang bersangkutan. Fungsi dan orientasi pendidikan dalam peningkatan kualitas SDM tekah dibuat dalam suatu Kebijakan Depdiknas, Dodi Nandika (2005) dalam tiga strategi pokok pembangunan pendidikan nasional, yitu : (1) pemerataan kesempatan pendidikan, (2) peningkatan relevansi dan kualitas pendidikan, dan (3) peningkatan kualitas manajemen pendidikan. Untuk melaksanakan ketiga strategi pokok pembangunan pendidikan tersebut diatas, seyogianya dilihat bagian-bagian sistem pendidikan nasional dalam kaitannya dengan orientasi masing-masing dan dijabarkan dalam rencana dan prioritas pembangunan pendidikan.

            Titik tolak pemikiran mengenai orientasi pendidikan nasional adalah : (1) mencerdaskan kehidupan bangsa, (2) mempersiapkan SDM yang berkualitas, terampil, dan ahli yang diperlukan dala proses memasuki era globalisasi dan otonomi daerah, dan (3) membina dan mengembangkan penguasaan berbagai cabang keahlian ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas SDM di era otonomi daerah.

6 Tanggapan ke “Investasi Pendidikan”

  1. oz Berkata:

    Bagaimana dengan UN ? sudah bukan rahasia umum bagaimana sekolah “menolong siswanya” dalam melaksanakan UN…apakah sikap “menolong siswa” oleh sekolah legal ? apakah membantu dalam meningkatkan SDM ? saya kira tidak malah pahit-pahitnya siswa mengangap bahwa hal tersebut legal, bagaimana jadinya kalau suatu tindakan kolusi dianggap legal oleh anak didik,bukan tidak mungkin kalo beberapa tahun kedepan SDM kita hobi kolusi dan sebagainya … :)
    ————————————————————————-

    Kumaha atuh pak…pan urang teh insan pendidik naha urang teh bade cicing bae ?? lieur saya mah pak… sok era jadi pengawas teh … era ku budak nu diawas …

  2. awan Berkata:

    Agar kelihatan jujur dan adil dalam dunia pendidikan coba buka http://awan965.wordpress.com/ judul berita “OSN….”

  3. yan f Berkata:

    Investasi pada dunia pendidikan di indonesia sebagai sarana peningkatan sdm, belum sepenuhnya efektif. Karena indonesia masih termasuk negara berkembang, yang paling utama di perhatikan adalah masalah perekonomian terlebih dahulu.

  4. Asep Kuhro Berkata:

    menurut pendapat saya :
    Islam dan ilmu itu sangat berhubungan sekali dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. ilmu sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari, karena kalau tidak ada ilmu tidak akan terarah dan teratur juga ulmu menambah pengetahuan kita. karena itu ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu baik bidang agama ekonomi, politis dan lain -lain, yang merupakan pengetahuan-pengetahuan.
    dalam islam ilmu juga sangat penting sekali, karena ilmu berhubungan dengan keimanan dalam diri kita masing-masing, dalam islam orang yang beriman pasti berilmu, cuma cara berimannya itu berbeda-beda ada iman yang kuat dan ada yang tipis.
    orang yang beriman itu sangat berharga dan sangat dihargai, ilmu dalam islam juga penting untukmenambah ilmu agama.
    ada hadis yang mengatakan carilah ilmusam,pai ke negri cina, maksudnya calrilah ilmu walaupun jauh keujung negeri. walaupun banyak rintangan dan kendala yan akan menghadang kita kedudukan ilmu sangat tinggi dan terhormast dalam islam, maka kita wajib mencari ilmu setinggi-tingginya.
    ilmu islam mengajarkan wajinb hukumnya kita beribadah pada Allah SWT, juga mentaati apa yang diperintahkannya danmenjauhi larangan-laranganya. ilmu itu sifatnya alami, dengan berfikir kita bisa menemukan ilmu, dengan membaca kita akan menemukan ilmu jadi ilmu apapundan dimanapun bisa cari.
    N A M A : ASEP KUHRO
    TK/JURUSAN : III/MANAJEMEN
    NIM : 04202510476

  5. dedihendriana Berkata:

    Antara Idealisme dan Materialisme Dalam Jebakan IPK SKS
    Dunia nyata yang tampak dengan mata merupakan fenomena realita yang dinamis tidak stagnan dan selalu berubah ubah. Perubahan yang tidak didasarkan pada esensi yang menjadikan suatu perubahan yang hanya didasarkan pada kealaman atau terjadi dengan sendirinya yang lebih condong kematerialisme ini akan berdampak pada hilangnya roh/jiwa yang menjadikan suatu perubahan. Seperti halnya problematika pendidikan dengan nilai yang berkutat pada kausalitas manusia yang cenderung kematerialisme ini akan berdampak hilangnya esensi atau roh,jiwa dari sebuah pendidikan. Pendidikan itu hanya dijadikan sebagai mesin belaka dengan nilai sebagai acuannya,survei membuktikan dengan adanya anggapan bahwa “kuliah itu hanya sebagai alat untuk mendapatkan gelar agar memudahkan mencari kerja atau untuk kenaikan pangkat dsb”, bukan kepada esnsi pendidikannya yaitu pencarian ilmu “ilmu itu NO I broww di dunia pendidikan”.Sehingga esensi sebuah pendidikan akan hilang mereka terjebak dalam nilai IPK SKS Akhirnya terjadilah perubahan paradigma strategi pembelajaran pendidikan beralih pada strategi pencarian nilai “yang penting ane dapet nilai bagus masalah ilmu itu belakangan broww”. Pencarian nilai yang didasarkan atau berorientasi pada nilai manusia yang subjektif akan menghasilkan kebenaran yang relatif sehinnga pengorbanan dan penharapan kepada relatifitas kebenaran manusia akan mengalami kekecewaan /stres andaikata ketidaksesuaiannya dengan pengorbanan dan pengharapan nya. Pengorbanan dan pengharapan harus ditujukan pada pencarian ilmu yang akan dida[atkan bukan kepada nilai karena nilai adalah manifestasi dari ilmu itu sendiri.Kesadaran akan adanya proses bukan hasil akan memberikan stimulus dalam pencarian ilmu bukan pencarian nilai. Inilah yang harus kita tanamkan tumbuhkan dalam jiwa atau ruh pendidikan pentingnya sebuah proses bukan hasil dalam pencarian ilmu……..

    Akhirnya saya bertanya dalam hati :

    mau dibawa kemanakah pendidikan kita ?

    Ideologi seperti apakah yang mewarnai pendidikan kita?

    “Tunggu tulisan selanjutnya, Mahasiswasebagai agent of change mahasiswa sebagai agent of control berubah menjadi mahasiswa sebagai agent of oil”tukang minyak” dalam intervensi parpol

  6. bapakethufail Berkata:

    inestasi pendidikan…….>>>>>
    pertama investasi atas dunia pendidikan hasilnya materi/uang dari keuntungan menyelenggarakan pendidikan.
    kedua investasi pendidikan anak hasilnya adalah generasi yang akan datang semakin berkwalitas…. sebagai generasi harapan negeri ini

Tinggalkan Balasan