Penglamaan dan Pengalamaan

Pengalaman adalah guru terbaik, demikian kata pepatah yang sangat terkenal, orang cenderung memahaminya taken for granted tanpa mengkritisi makna dibaliknya yang bisa saja pepatah itu mengandung bahaya psikologis dan sosiologis yang dahsyat.

Pengalaman memang penting dan tak mungkin hilang dari ingatan kita, namun yang bisa jadi guru terbaik itu pengalaman siapa, adalah konyol jika kita hanya belajar dari pengalaman sendiri, sama konyolnya dengan melihat pengalaman sendiri hanya berupa kejadian dalam rangkaian waktu, sebab kalau demikian bukanlah pengalaman tapi penglamaan yang secara alami akan berjalan dengan sendirinya seiring waktu.

Jadi masalahnya adalah kita harus belajar dari semua pengalaman, melakukan refleksi atas semua pengalaman tersebut, dan ilmu merupakan akumulasi pengalaman manusia yang sistematis karena disitematiskan sebagai hasil refleksi kolektif manusia..

Jadi esesnsi dasar dari pepatah itu adalah bagaimana kita belajar terus, dan terus belajar menggali ilmu pengetahuan, dan dosen atau guru merupakan ujung tombak dalam upaya mendorong hal tersebut. Guru/dosen tidak hanya bercerita, menjelaskan, mendemontrasikan, tapi juga harus mampu memberi inspirasi untuk bertumbuh kembangnya manusia-manusia pembelajar yang secara efektif dapat belajar dari semua pengalaman manusia.

Guru/Dosen merupakan profesi yang mendesain masa depan, dan upaya untuk lebih baik dalam menjalankan peran kependidikan merupakan proses tiada henti, sehingga mampu bergerak dari bercerita ke memberi inspirasi, seperti kata Arthur Ward :

The mediocre teacher tells (Guru biasa berceritera)

The good teacher explains (Guru yang baik menjelaskan)

The superior teacher demonstrate (Guru superior mendemonstrasikan)

The great teacher inspire (Guru yang hebat memberi inspirasi)

Kita ingin menjadi yang mana, keputusan ada di tangan kita sendiri-sendiri, yang penting jangan sampai kita hanya belajar dari pengalaman mengajar kita sendiri, dijamin hal itu akan membuat kita tak akan dapat meningkatkan kemempuan kita dalam mengajar, dan jika demikian mana mungkin pembelajaran di kelas akan berkembang, selamat belajar…..

Tentang Dr. Uhar Suharsaputra

PENELITI DAN PENULIS
Pos ini dipublikasikan di Refleksi dan tag , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Penglamaan dan Pengalamaan

  1. Saya setuju sekali kalau dikatakan bahwa guru yang hebat adalah guru yang memberi inspirasi sebab dulu saya termasuk siswa yang merasakan mendapat inspirasi dari guru2 hebat saya.Bahwa pengalaman merupakan guru terbaik harus kita akui kebenarannya baik itu pengalaman pribadi dan tentu saja pengalaman orang2 hebat yang sekarang ini bisa dengan mudah kita baca kisahnya di berbagai media.Saya ingat waktu saya menjadi siswa di SMP, di kelas 2 (sekarang kelas 8)saya termasuk siswa yang mungkin pintar tapi belum menyadari kepintarannya dan punya hobi ngobrol di kelas( maaf he..he..)kalau guru menerangkan, saya yang kebetulan duduk di belakang pasti ngobrol sehingga ilmu dari guru yang mestinya saya serap jadi tidak terserap dengan optimal.Yang saya ingat waktu itu hanya guru geografi saya saja yang berhasil menarik perhatian saya hingga lebih saya perhatikan apa yang beliau terangkan ketimbang saya ngobrol.Selain gayanya menerangkan yang actual hingga membuat saya membayangkan dengan mudah tentang Benua2 yang ada di Dunia dan sempat berhayal untuk dapat mengunjungi berbagai Benua yang beliau terangkan dan gambarkan tersebut.Kebetulan pula waktu itu saya sedang punya hobi membaca kisah petualangan Dr Karl May di benua Amerika mulai dari Winetau Ketua Suku Apache dll.Setelah di kelas 3 saya mendapat guru matematika dan bahasa Inggris yang hebat betapa tidak, dengan caranya beliau mengajar membuat saya menyadari bahwa betapa banyak waktu yang yang saya sia2kan ketika saya di kelas 2 dulu. Saya menyadari bahwa betapa matematika itu mudah dan sangat menarik untuk dipelajari karena banyak tantangannya dan itu baru saya sadari justru di kelas 3 dengan guru yang berbeda.Begitu pun dengan pelajaran bahasa Inggris, dengan guru yang berbeda dan strategi serta metode pembelajaran yang sangat bagus membuat saya menjadi suka dan punya pandangan yang lebih positif terhadap pelajaran itu. Tentu saja semua itu membawa imbas yang positif terhadap prestasi dan nilai2 saya. Hebatnya lagi tidak hanya dalam 2 pelajaran itu saya mengalami peningkatan daya serap tapi juga dalam pelajaran lain yang notabene gurunya tidak sehebat dua guru tadi. Dalam diri saya muncul semacam kesadaran bahwa sayang sekali kalau saya berada di kelas ketika guru sedang menerangkan saya hanya melewatkannya dengan hanya ngobrol. Setelah itu setidak menarik apa pun guru saya menerangkan pelajarannya saya tidak pernah melewatkan untuk memperhatikan dengan mencoba berjuang menyukai setiap pelajaran dengan melihatnya dari sudut yang saya suka.

    Sampai sekarang setelah saya jadi guru matematika di sebuah SMP, guru2 hebat yang pernah mengajar saya ketika di SMP, kemudian di SMA, termasuk dosen2 hebat saya di Perguruan Tinggi tempat saya menimba ilmu, selalu memberi inspirasi saya dalam mengajar siswa saya. Makanya saya sangat percaya dan yakin bahwa guru yang hebat adalah guru yang dapat memberi inspirasi terhadap siswanya. Bahkan saya merasa ilmu yang diberikan guru2 hebat saya sejak SMP masih saya ingat sampai sekarang, sehingga dengan bangga saya akui Alhamdulilha berkat beliau-beliau my English and my mathematic are not too bad. Demikian pengalaman saya punya guru-guru yang hebat dan sangat memberi inspirasi pada saya hingga kini. Mohon maaf dengan segala keterbatasan yang saya miliki, saya baru mau belajar menulis.

  2. Mas Untung berkata:

    eksperience is the best teacher… mungkin itu pepatah dalam bahasa Inggrisnya ya Kang….?
    salam kenal dari orang Brebes…..

  3. Mscova berkata:

    Betul pak….. seperti guru dan dosen favorit saya yang dapat memotivasi kita untuk maju.
    tapi tak hanya guru/dosen yang di sekolah saja tapi orang tua, teman, sahabat dan orang-orang yang disekitar kita juga mampu menjadi guru terbaik bagi kita..

  4. Sjah berkata:

    Rasio guru/dosen yang mampu memberi inspirasi dengan yang “biasa” sepertinya masih jauh lebih banyak kategori yang biasa. Permasalahannya adalah biasanya guru/dosen biasa ini tidak merasa kalau dirinya biasa. Sebab sulit mengisi gelas yang dirasa telah penuh. Perjalanan menjadi great teacher tidak sekedar mengandalkan knowledge semata, it’s need a wisdom. Postingan ini sumbangan berharga dalam proses perjalanan tersebut. Keep on…master.

  5. Ping balik: PERAN GURU | WELCOME to MY WEB_BLOG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s