UNIKU


4 Balasan ke UNIKU

  1. yogi prayogi 2b berkata:

    Nama : Yogi Prayogi
    Kelas : 2 B ( pendidikan ekonomi )
    NIM : 2012031114

    Soal 1 :
    Administrasi Pendidikan merupakan kajian terkait dengan pengelolaan pendidikan dalam berbagai jalur, aspek serta bidangnya, bagaimana semua unsur tersebut dapat diarahkan bagi pencapaian efektifitas dan efisiensi pendidikan, jelaskan ?
    Jawab :

    Administrasi pendidikan dapat di artikan sebagai keseseluruhan proses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personel dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisisen.
    dalam pendidikan, administrasi itu dapat di artikan sebagai aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam usaha mencapai tujuan pendidikan yang telah di tentukan sebelumnya.
    semua unsur dalam administrasi pendidikan diarahkan seseuai dengan konsep administrasi maupun melaui pendekatan-pendekatan, yang hendak di capai oleh admnistrasi pendidikan ialah tercapainya tujuan pendidikan seperti yang tersurat dalam peraturan perundangan yang kemudian di rumuskan secara lebih oprasional sebagai kebijaksana sesuai dengan visi dan misi pendidikan yang di rumuskan dan di sepakati untuk di laksanakan dalam organisasi intern (instruksional) bersangkutan. sesuai pula dengan situasi, tujuan pendidikan selalu mengalami perobahan sesuai kebutuhan, sehingga mengharuskan adanya penyesuaian-penyesuaian sistem administrasi termasuk organisasi dan manajemennya.

    Soal 2 :
    Sebagai organisasi pendidikan formal, Sekolah menduduki posisi penting dalam interaksinya dengan jalur pendidikan, Bagaimana interaksi tersebut terjadi serta jelaskan makna interaksi dalam membangun mutu pendidikan secara terintegrasi ?
    Jawab :
    sekolah pada dasaarnya merupakan lembaga tempat dimana proses pembelajaran terjadi dalam pemahaman konvensional, dimana belajar dilakukan oleh siswa dan guru berupaya untuk membelajarkan siswa agar dapat mencapai kompetensi-kompetensi yang diharapkan. pembelajaran dalam tatanan organisasi merupakan suatu keharusan, terlebih lagi jika mengingat bahwa sekolah merupakan organisasi penting tempat terjadinya proses pendidikan dan pembelajaran. seluruh unsur dalam organisasi sekolah melakukan pembelajaran, sehingga kapasitas organisasi sekolah terus-menerus mengalami peningkatan dan perluasan kea rah yang lebih baik dan produktif dalam konteks perubahan. kondisi ini jelas mendesak untuk di wujudkan dalam mengelola organisasi sekolah.
    dan dalam membangun mutu pendidikan yang berintegritas,diharuskan adanya interaksi antara kepala sekolah ,tenaga pendidik,warga sekolah lain,siswa, dan orang tua/wali siswa agar terbangun komunikasi dan interaksi yang bermutu.

    Soal 3 :
    Organisasi sekolah memerlukan iklim dan budaya yang kondusif bagi pendidikan, kenapa demikian? dan bagaimana interaksi antara iklim dan budaya sekolah, Jelaskan ?
    Jawab :
    Iklim dan budaya sekolah merupakan hal penting untuk dikaji secara mendalam, karena hal itu menunjukkan kepribadian suatu organisasi termasuk organisasi sekolah. Iklim menggambarkan persepsi yang didukung bersama oleh anggota organisasi, sedangkan budaya menggambarkan nilai-nilai yang dijadikan dasar oleh anggota organisasi dalam melaksanakan peran dan tugasnya. Oleh karena itu, iklim dan budaya organisasi mempunyai keterkaitan hubungan, iklim yang baik akan mendorong tumbuhnya budaya yang baik pula. Demikian pula sebaliknya, bahkan banyak pakar yang memandang sama, yang berbeda hanya pendekatannya saja yaitu iklim organisasi didasarkan pada psikologi social, sedang budaya didasarkan pada antropologi. Keduanya akan menentukan keberhasilan organisasi, termasuk sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan.

    Budaya dan iklim organisasi sekolah merupakan perspektif kontemporer dalam melihat perbedaan antarsekolah, meski struktur sama namun budaya dan iklim organisasi berbeda. Budaya organisasi tercermin dari norma dan nilai-nilai yang diterapkan dalam organisasi, budaya ini dapat meningkatkan efektivitas organisasi dalam pencapaian tujuan. Sementara itu iklim organisasi merupakan kualitas yang tetap dari suatu sekolah yang tercermin dari persepsi kolektif guru akan perilaku organisasi. Iklim dan budaya mempunyai kaitan yang erat dan dapat saling memperkuat, sehingga pengembangannya memerlukan keterpaduan guna menciptakan organisasi sekolah yang bermutu. Dalam upaya memperbaiki budaya dan iklim organisasi sekolah terdapat tiga strategi, yaitu : (a) strategi klinis berkaitan dengan sifat hubungan diantara subkelompok disekolah, (b) strategi pertumbuhan yang menekankan pada sifat pertumbuhan individu disekolah, (c) prosedur kelompok yang menawarkan strategi pengubahan norma-norma kelompok.

    Soal 4 :
    Sebagai calon pendidik yang akan dan mungkin sedang berkiprah dalam dunia pendidikan, bagaimana menempatkan posisi saudara dalam meningkatkan mutu pendidikan ?
    Jawab :
    sebagai seorang calon pendidik yang akan berkiprah dalam dunia pendidikan kita mempunyai kewajiban untuk memahami dan mempelajari situasi pendidikan saat ini, untuk menjadi acuan ataupun referensi di masa yang akan datang maupun untuk di evaluasi untuk perbaikan di masa yang akan datang ,dan ahrus mampu menyiapkan bahan ajar ataupun metode pembelajaran yang efektif di terapkan untuk menunjang pembelajaran dan meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di masa yang akan datang.
    dengan demikian kita mampu menentukan kebutuhan dan strategi pembelajaran yang efektif untuk usaha pengembangan mutu pendidikan di masa yang akan datang.

    Soal 5 :
    Mengapa upaya meningkatkan mutu pendidikan memerlukan manajemen pendidikan yang efektif, efisien dan bermutu ? Jelaskan !
    Jawab :
    Manajemen pendidikan ialah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana menata sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan secara produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai tujuan yang di sepakati bersama.
    Manajemen sekolah merupakan proses pemanfaatan seluruh sumber daya sekolah yang dilakukan melalui tindakan yang rasional dan sistematik (mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengerahan tindakan, dan pengendalian) untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien.
    Tindakan-tindakan manajemen tersebut bersumber pada kebijakan dan peraturan-peraturan yang disepakati bersama yang diwujudkan dalam bentuk sikap, nilai, dan perilaku dari seluruh orang yang terlibat di dalamnya. Tindakan-tindakan manajemen tidak berlangsung dalam satu isolasi, melainkan terjadi dalam satu keutuhan kompleksitas sistem.
    Dan guna meningkatkan mutu pendidikan yang efektif dan efisien maka di butuhkan manajemen pendidikan yang efektif,efisien,dan bermutu .

  2. meyyuna anjani 2b berkata:

    Nama : Meyyuna Anjani
    Kelas : 2 B ( pendidikan ekonomi )
    NIM : 2012031065

    Soal 1 :
    Administrasi Pendidikan merupakan kajian terkait dengan pengelolaan pendidikan dalam berbagai jalur, aspek serta bidangnya, bagaimana semua unsur tersebut dapat diarahkan bagi pencapaian efektifitas dan efisiensi pendidikan, jelaskan ?
    Jawab :

    administrasi pendidikan dapat di artikan sebagai keseseluruhan peruses kerjasama dengan memanfaatkan semua sumber personel dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisisen.
    semua unsur dalam administrasi pendidikan diarahkan seseuai dengan konsep administrasi maupun melaui pendekatan-pendekatan, yang hendak di capai oleh admnistrasi pendidikan ialah tercapainya tujuan pendidikan seperti yang tersurat dalam peraturan perundangan yang kemudian di rumuskan secara lebih oorasional sebagai kebijaksana sesuai dengan visi dan misi pendidikan yang di rumuskan dan di sepakati untuk di laksanakan dalam organisasi intern (instruksional) bersangkutan. sesuai pula dengan situasi, tujuan pendidikan selalu mengalami perobahan sesuai kebutuhan, sehingga mengharuskan adanya penyesuaian-penyesuaian sistem administrasi termasuk organisasi dan manajemennya.

    Soal 2 :
    Sebagai organisasi pendidikan formal, Sekolah menduduki posisi penting dalam interaksinya dengan jalur pendidikan, Bagaimana interaksi tersebut terjadi serta jelaskan makna interaksi dalam membangun mutu pendidikan secara terintegrasi ?
    Jawab :
    sekolah pada dasaarnya merupakan lembaga tempat dimana proses pembelajaran terjadi dalam pemahaman konvensional, dimana belajar dilakukan oleh siswa dan guru berupaya untuk membelajarkan siswa agar dapat mencapai kompetensi-kompetensi yang diharapkan. pembelajaran dalam tatanan organisasi merupakan suatu keharusan, terlebih lagi jika mengingat bahwa sekolah merupakan organisasi penting tempat terjadinya proses pendidikan dan pembelajaran. seluruh unsur dalam organisasi sekolah melakukan pembelajaran, sehingga kapasitas organisasi sekolah terus-menerus mengalami peningkatan dan perluasan kea rah yang lebih baik dan produktifdalam konteks perubahan. kondisi ini jelas mendesak untuk di wujudkan dalam mengelola organisasi sekolah.

    Soal 3 :
    Organisasi sekolah memerlukan iklim dan budaya yang kondusif bagi pendidikan, kenapa demikian? dan bagaimana interaksi antara iklim dan budaya sekolah, Jelaskan ?
    Jawab :
    Iklim dan budaya sekolah merupakan hal penting untuk dikaji secara mendalam, karena hal itu menunjukkan kepribadian suatu organisasi termasuk organisasi sekolah. Iklim menggambarkan persepsi yang didukung bersama oleh anggota organisasi, sedangkan budaya menggambarkan nilai-nilai yang dijadikan dasar oleh anggota organisasi dalam melaksanakan peran dan tugasnya. Oleh karena itu, iklim dan budaya organisasi mempunyai keterkaitan hubungan, iklim yang baik akan mendorong tumbuhnya budaya yang baik pula. Demikian pula sebaliknya, bahkan banyak pakar yang memandang sama, yang berbeda hanya pendekatannya saja yaitu iklim organisasi didasarkan pada psikologi social, sedang budaya didasarkan pada antropologi. Keduanya akan menentukan keberhasilan organisasi, termasuk sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan.

    Budaya dan iklim organisasi sekolah merupakan perspektif kontemporer dalam melihat perbedaan antarsekolah, meski struktur sama namun budaya dan iklim organisasi berbeda. Budaya organisasi tercermin dari norma dan nilai-nilai yang diterapkan dalam organisasi, budaya ini dapat meningkatkan efektivitas organisasi dalam pencapaian tujuan. Sementara itu iklim organisasi merupakan kualitas yang tetap dari suatu sekolah yang tercermin dari persepsi kolektif guru akan perilaku organisasi. Iklim dan budaya mempunyai kaitan yang erat dan dapat saling memperkuat, sehingga pengembangannya memerlukan keterpaduan guna menciptakan organisasi sekolah yang bermutu. Dalam upaya memperbaiki budaya dan iklim organisasi sekolah terdapat tiga strategi, yaitu : (a) strategi klinis berkaitan dengan sifat hubungan diantara subkelompok disekolah, (b) strategi pertumbuhan yang menekankan pada sifat pertumbuhan individu disekolah, (c) prosedur kelompok yang menawarkan strategi pengubahan norma-norma kelompok.

    Soal 4 :
    Sebagai calon pendidik yang akan dan mungkin sedang berkiprah dalam dunia pendidikan, bagaimana menempatkan posisi saudara dalam meningkatkan mutu pendidikan ?
    Jawab :
    sebagai seorang calon pendidik yang akan berkiprah dalam dunia pendidikan kita mempunyai kewajiban untuk memahami dan mempelajari situasi pendidikan saat ini, untuk menjadi acuan ataupun referensi di masa yang akan datang maupun untuk di evaluasi untuk perbaikan di masa yang akan datang ,dan ahrus mampu menyiapkan bahan ajar ataupun metode pembelajaran yang efektif di terapkan untuk menunjang pembelajaran dan meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan kebutuhan pendidikan di masa yang akan datang.

    Soal 5 :
    Mengapa upaya meningkatkan mutu pendidikan memerlukan manajemen pendidikan yang efektif, efisien dan bermutu ? Jelaskan !
    Jawab :
    Manajemen sekolah merupakan proses pemanfaatan seluruh sumber daya sekolah yang dilakukan melalui tindakan yang rasional dan sistematik (mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengerahan tindakan, dan pengendalian) untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efisien.
    Tindakan-tindakan manajemen tersebut bersumber pada kebijakan dan peraturan-peraturan yang disepakati bersama yang diwujudkan dalam bentuk sikap, nilai, dan perilaku dari seluruh orang yang terlibat di dalamnya. Tindakan-tindakan manajemen tidak berlangsung dalam satu isolasi, melainkan terjadi dalam satu keutuhan kompleksitas sistem.
    Dan guna meningkatkan mutu pendidikan yang efektif dan efisien maka di butuhkan manajemen pendidikan yang efektif,efisien,dan bermutu .

  3. lia fitria berkata:

    Nama : lia fitria
    Kelas :2b
    Nim :2012031054

    Soal Uts Administrasi Pendidikan semester Ganjil PE FKIP Kuningan 2013/2014
    1. Administrasi Pendidikan merupakan kajian terkait dengan pengelolaan pendidikan dalam berbagai jalur, aspek serta bidangnya, bagaimana semua unsur tersebut dapat diarahkan bagi pencapaian efektifitas dan efisiensi pendidikan, jelaskan?
    2. Sebagai organisasi pendidikan formal, Sekolah menduduki posisi penting dalam interaksinya dengan jalur pendidikan, Bagaimana interaksi tersebut terjadi serta jelaskan makna interaksi dalam membangun mutu pendidikan secara terintegrasi?
    3. Organisasi sekolah memerlukan iklim dan budaya yang kondusif bagi pendidikan, kenapa demikian? dan bagaimana interaksi antara iklim dan budaya sekolah, Jelaskan?
    4. sebagai calon pendidik yang akan dan mungkin sedang berkiprah dalam dunia pendidikan, bagaimana menempatkan posisi saudara dalam meningkatkan mutu pendidikan
    5. mengapa upaya meningkatkan mutu pendidikan memerlukan manajemen pendidikan yang efektif, efisien dan bermutu? Jelaskan

    Jawaban UTS administrasi pendidikan.

    1. Administrasi pendidikan merupakan keseluruhan proses kerja sama dengan memanfaatkan semua sumber pesonil dan materil yang tersedia dan sesuai untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah di tetapkan secara efektif dan efisien.
    Untuk terarahnya pencapaian pendidikan yang efektif dan efesien di butuhkan lingkup administrasi dalam berbagai jalur atau dari berbagai unsur sudut pandang .
    Dan dalam lingkup administrasi pendidikan menggambarkan arah pencapaian efektifitas dan efesiensi pendidikan melalui berbagai sudut pandang dan pada dasarnya sudut pandang itu menunjukan pendekatan kajian yang sekaligus menggambarkan luasnya tinggkat kajian yang menjadi perhatian administrasi pendidikan.
    Secara umum sudut pandang terhadap administrasi pendidikan dapat dikelompokanke dalam 3 sudut pandang yaitu diantaranya:
    1.Sudut pandang proses
    2.Sudut pandang esensi/ subtansi
    3.Sudut pandang subtansi kerja.
    Sudut pandang proses merupakan cara pandang atau pendekatan terhadap administrasi pendidikan dengan melihat pada bagaimana proses manajemen yang dijalankan dan hal ini terkait dengan fungsi – fungsi manajemen/ administrasi secara umum sebagaimana di kemukakan terlebih dahulu .

    Contoh fungsi manajemen itu sendiri diantaranya:
    1.Planning (perencanaan) merupakan suatu upaya penentuan tujuan yang layak untuk dilakukan serta bagaimana tujuan yang akan di capai.
    2.organizing (organisasi) adalah tindakan mengusahakan hubungan – hubungan kelakuan yang efektif antara orang – orang sehingga mereka dapat bekerja sama secara efesien dan demikian memperoleh kepuasan pribadi dalam hal melaksanakan tugas- tugas tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu guna mencapai sasaran tersebut.
    3.Actuating (penggerakan) merupakan usaha menggerakan anggota kelompok sedemikian rupa sehingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran dari perusahaan yang bersangkutan maupun sasaran dari anggota perusahaan tersebut oleh para anggota yang ingin mencapai sasaran tersebut.
    4. controlling (pengawasan) merupakan langkah pengendalian agar pelaksanaan dapat sesuai dengan apa yang direncanakan serta untuk memastikan apakah tujuan organisasi tercapai , karena rencanan merupakan patokan atau kriteria penting agar pengawasan dapat terlaksana dengan efektif.
    Sudut pandang esensi berkaitan dengan bidang- bidang yang menjadi perhatian dalam manajemen seperti kepemimpinan, kinerja pegawai, penjaminan, kualitas, iklim dan budaya organisasi. Sementara itu sudut pandang subtansi kerja berkaitan dengan bidang – bidang yang berhubungan langsung dengan dunia pendidikan seperti organisasi sekolah, pembiayaan pendidikan, kepemimpinan kepala sekolah, fasilitas pendidikan, kinerja guru, dan proses pembelajaran yang kondusif.
    Dari uraian di atas, tampak bahwa administrasi pendidikan secara sederhana dapat di pandang kajian manajemen yang diterapkan dalam suatu system pendidikan baik dalam tataran makro (kebijakan), tataran messo(manejerial), maupun tataran mikro(pembelajaran). Jika semua aspek dan unsur dari sudut pandang tersebut dapat diarahkan dengan baik maka akan tercipta pendidikan yang efektif dan efesien.
    2. Sebagai telah dimaklumi bahwa pendidikan merupakan faktor yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat, juga pentingnya peran organisasi pendidikan. untuk itu diperlukan upaya- upaya untuk menyelenggarakan pendidikan secara baik, tertata dan sistematis sehingga proses yang terjadi di dalam organisasi seperti sekolah dapat menjadi suatu sumbangan basar bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
    Dalam hubungan ini sekolah sebagai institusi yang melaksanakan proses pendidikan dalam tataran mikro menempati posisi penting, karena di lembaga inilah setiap anggota masyarakat dapat mengikuti proses pendidikan dengan tujuan mempersiapakan mereka dengan berbagai ilmu dan keterampilan agar lebih mampu berperan dalam kehidupan masyarakat.
    Dari pengertian di atas menunjukan bahwa sekolah merupakan lembaga yang penuh keteraturan dengan system yang jelas serta adanya diferensiasi peran dengan berbagai fasilitas yang di sediakan untuk aktifitasnya.
    Dan sekolah juga mempunyai struktur formal dengan batasan – batasan system yang jelas sehingga tampak sebagai suatu system yang berinteraksi antara organisasi pendidikan formal atau sekolah dengan pendidikan guna mencapai tujuan yang diharapkan.
    Makna yang terkandung dalam interaksi untuk membangun mutu pendidikan yaitu di lihat dari proses tranformasi input menjadi output.
    Dalam proses tersebut terdapat faktor yang saling mempengaruhi yaitu sruktur, faktor individu, politik, dan budaya.
    Dengan demikian dalam melihat suatu organisasi tampak diperlukan cara berfikir sistemik mengingat masing- masing subsistem di dalamnya mempunyai pengaruh pada proses interaksi bagi pembangunan mutu pendidikan dalam menentukan output yang berkualitas yang dihasilkan oleh suatu sekolah secara terintegrasi.

    3. Sekolah pada dasarnya merupakan lembaga tempat dimana proses pembelajaran terjadi terutama dalam pemahaman konvensional, dimana proses pembelajaran dilakukan oleh siswa dan guru berupaya untuk membelajarkan siswa agar dapat mencapai kompetensi – kompetensi yang di harapkan.pembelajaran dalam tataran organisasi menjadi suatu keharusan, terlebih lagi jika mengingat bahwa sekolah merupakan salah satu tempat penting dalam proses pendidikan dan pembelajaran.
    Dalam organisasi sekolah membutuhkan iklim dan budaya yang kondusif karna iklim itu merupakan atmosfer social dari suatu lingkungan belajar dan sebagai ciri utama dari suatu sekolah. Dan budaya juga merupakan hal yang dominan terhadap suatu penekanan pada nilai – nilai yang di anut oleh suatu organisasi sekolah dalam melaksanakan kegiatan sehari – hari di dalam organisasi sekolah.
    Maka iklim dan budaya organisasi ini menjadi hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Dengan di bentuk nya iklim dan budaya organisasi yang kondusif maka siswa akan lebih giat untuk belajar dan dapat meningkatkan kompetensi- kompetensi yang berkualitas sesuai dengan apa yang telah di harapkan oleh organisasi sekolah.
    4. Guru merupakan orang yang memberikan dan mengajarkan ilmu kepada para peserta didik dalam konteks pendidikan. Dan disinihlah seorang calon guru di tuntut untuk dapat menjadi guru yang berprofesional. Dan untuk menjadi seorang guru itu tidak seperti menuangkan air ke dalam kendi atau hanya memberikan pengajaran saja, tetapi seorang guru harus dapat menjadi motivator dan fasilitator bagi para peserta didik, yang nanti nya akan meningkatkan output yang berkualitas.
    Dan untuk menjadi seorang guru yang professional harus dapat meningkatakan kompetensi – kompetensi yang di miliki oleh calon guru. Maka saya sebagai calon guru dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan yaitu dengan meningkatkkan kemampuan belajar dan memahami apa yang ada dalam dunia pendidikan serta mampu untuk meningkatkan kompetesi – kompetensi seorang guru, baik itu kompetensi intelektual, social, emosional dan spriritual.
    Karna kompetensi inilah yang menunjang tebentuknya guru yang beprofesional dan dapat meningkatkan output yang berkualitas dari hasil pembelajaran.
    5. Berdasarkan prinsinya manejemen pendidikan merupakan suatu bentuk penerapan manajemen atau administrasi dalam mengelola, mengatur, dan mengalokasikan sumber daya yang terdapat dalam dunia pendidikan.
    Fungsi administrasi pendidikan merupakan alat untuk mengintegrasikan peranan seluruh sumber daya guna tercapainya tujuan pendidikan dalam suatu konteks social tertentu, ini berarti bahwa bidang- bidang yang di kelola mempunyai kekhususan yang berbeda dari manajemen lain.
    Sementara itu, dalam pengertian yang lebih bersifat operasional, Manajemen pendidikan lebih di tekankan pada upaya seseorang pemimpin dalam menggerakan bawahan mengalola sumber daya yang selalu terbatas, untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efesien.
    Jika melihat pengertian manajemen diatas, maka tampak jelas bahwa setiap organisasi termasuk organisasi pendidikan seperti sekolah akan sangat memerlukan menejemen yang bermutu karna untuk mengatur/ mengelola kerja sama yang terjadi agar dapat berjalan dengan baik dalam pencapaian tujuan.
    Untuk itu, pengelolaan nya mesti berjalan secara sistematis melalui tahapan berikutnya dengan menunjukan suatu keterpaduan dalam prosesnya.
    Dengan mengingat hal itu maka upaya peningkatan mutu pendidikan memerlukan manajemen yang bermutu bagi kehidupan manusia termasuk dalam bidan pendidikan.

  4. Rena Elawati 2B berkata:

    Nama : Rena Elawati
    Kelas : 2B/Pendidikan Ekonomi
    NIM : 2012031082
    Mata kuliah : Administrasi Pendidikan
    Jaawaban Uts semester ganjil
    1. Administrasi pendidikan merupakan proses pemanfaatan sumber daya pendidikan melalui kerjasama sejumlah orang dengan melaksanakan fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Administrasi pendidikan juga bisa disebut dengan semua aspek kegiatan untuk mendayagunakan berbagai sumber (manusia, sarana prasarana, serta media pendidikan lainnya). Agar kegiatan dalam komponen adminisrasi pendidikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan, kegiatan tersebut harus dikelola melalui suatu tahapan proses yang merupakan siklus. Administrasi pendidikan atau manajemen pendidikan dalam konteks kelembagaan pendidikan mempunyai cakupan yang luas, disamping itu juga bidang bidang yang harus ditanganinya juga cukup banyak dan kompleks dari mulai sumber daya fisik, keuangan dan manusia yang terlibat dalma kegiatan proses pendidikan di sekolah. Efektifitas dan efisiensi dalam pembelajaran tidak hanya tergantung dalam rencana dan model pembelajaran, tetapi yang terutama adalah pada kemampuan guru untuk memanfaatkan setiap peluang yang muncul pada saat pembelajaran berlangsung, administrator akan berhasil dalam tugasnya bila ia menggunakan semua sumber, tenaga dan fasilitas yang ada secara efisien kemudian akan memperoleh hasil yang efektif dan efisien dengan cara melakukan manajemen, yaitu merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan melakukan pengontrolan agar suatu tujuan tercapai maka harus mampu memelihara hubungan baik antar sesama kemudian harus mampu mengembangkan kerjasama antara seluruh anggota baik secara horizontal maupun vertical. Suatu administrasi dapat dikatakan mencapai efektifitas dan efisiensi pendidikan jika sekolah meiliki fungsi untuk mencapai efektifitass produksi yaitu menghasilkan ulusan yang sesaui dngan tuntuan kurikulum. Dalam pencapaian tujuan tujuan tersebut harus dilakukan usaha seefisien mungkin yaitu dengan menggunakan kemampuan dana, dan tenaga semaksimal mungkin tetapi bisa memberi hasil sebaik mungkin sehingga lulusan tersebut dapat melanjutkan ke tingkat berikutnya.

    2. Pendidikan merupakan factor yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Sekolah sebagai suatu institusi yang melaksanakan proses pendidikan dalam tataran mikro menempati posisi penting, karena di lembaga inilah setiap anggota masyarakat dapat mengikuti proses pendidikan dengan tujuan mempersiapkan mereka dengan berbagai keterampilan agar lebih mampu berperan dalam kehidupan masyarakat. Sekolah pada dasarnya merupakan lembaga tempat dimana proses pembelajaran terjadi, dimana belajar dilakukan oleh siswa dan guru berupaya untuk membelajarkan siswa agar dapat mencapai kompetensi – kompetensi yang diharapkan. Selain itu sekolah juga merupakan lembaga pendidikan yang dapat mengubah tingkah laku siswa menjadi lebih baik dan terarah, baik di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Setiap satuan jalur pendidikan di sekolah harus menyadiakan sarana belajar yang sesuai kurikulum sekolah, kurikulum sekolah disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap pengembangan siswa dan kesesuaian dengan lingkungan. Sekolah merupakan tempat untuk melakssanakan proses pendidikan, dalam jalur pendidikan tuntutan masyarakat akan kebutuhan pendidikan membuat pendidikan terus berkembang sejalan dengan pembagunan nasional, dalam jalur pendidikan di dalamnya terdapat pedidikan formal, non formal, dan in formal. Pendidikan formal itu sendiri dapat dikatakan pendidikan yang bertingkat, berstruktur, berjenjang, di mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Pendidikan non formal pendidikan diluar sekolah dilakukan secara mandiri. Memahami sesuatu yang sebelumnya tidak mereka pahami Pengalaman itu terjadi karena adanya interaksi antara seseorang atau kelompok dengan lingkungannya. Interaksi itu menimbulkan proses perubahan (belajar) pada manusia dan selanjutnya proses perubahan itu menghasilkan perkembangan bagi kehidupan seseorang atau kelompok dalam lingkungannya.
    Dalam membangun mutu pendidikan yang pertama harus meningkatkan kualitas guru yang memiliki posisi yang sangat penting dan strategi dalam pengambangan potensi yang di miliki peserta didik guru harus mampu, mendidik di berbagai hal agar ia menjadi seorang pendidik yang professional untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dalam pembelajaran maka perlu mengikuti penataran, meningkatkan efisiensi kerja menuju arah tercapainya hasil yang optimal serta harus berinteraksi atau mengadakan hubungan dengan wali siswa selain itu juga adanya peningkatan materi peningkatan sarana, kualitas belajar dan lain – lain.

    3. Menciptakan suasana sekolah yang kondusif merupakan hal yang sangat penting untuk mendukung upaya pendidikan bagi siswa. Karena jika sekolah tidak mempunyai iklim dan budaya yang baik dan kondusif maka keadaan sekolah tidak akan berjalan baik, factor utama dalam melaksanakan pembelajaran terlebih dahulu harus mengupayakan atau menciptakan suatu iklim dan budaya di sekolah dengan baik agar dapat berjalan dengan lancar dan suatu tujuan pun akan tercapai. Iklim lingkungan di sekolah dapat dilihat dari factor seperti kurikulum, sarana, kepemimpinan kepala sekolah, dan lingkungan pembelajaran di kelas. Jika dalam lingkungan yang sehat di suatu sekolah maka akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap proses belajar mengajar dan jika suatu sekolah berada di lingkungan yang jauh dari keramaian maka akan terasa aman dan nyaman. Dalam lingkungan sekolah dapat terjalin hubungan yang harmonis antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, guru dengan guru, kemudian sarana dan prasarana telah memadai maka suatu iklim di sekolah bisa dikatakan sudah kondusif. Untuk budaya sekolah, budaya sekolah bukan hanya refleksi dari sikap para personil sekolah, namun juga meupakan cerminan kepribadian sekolah yang ditunjukan oleh prilaku individu dan kelompok dalam sebuah komunitas sekolah. Budaya sekolah merupakan niai – nilai dominan yang didukung oleh suatu sekolah seperti cara melaksanakan pekerjaan di sekolah, budaya sekolah selain merujuk pada sebuah nilai merujuk juga dalam kepercayaan dan norma – norma yang diterima secara bersama serta dilaksanakan dengan penuh kesadaran. Setiap sekolah memiliki kepribadian atau karakteristik sendiri yang di ciptakan tersendiri. Jadi pada dasarnya sekolah harus dapat menciptakan bagamana orang belajar dengan efektif dan bagaimana kita bisa membantu mereka belajar, budaya dan iklim sekolah harus lahir dari lingkungan suasana budaya yang mendukung seseorang melaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Budaya yang harus diterapkan agar sekolah menjadi sekolah yang kondusif yaitu harus memiliki budaya disiplin, budaya berprestasi, dan budaya bersih. Iklim dan budaya sekolah yang baik dan kondusif bagi kegiatn pendidikan akan menghasilkan interaksi edukatif yang efektif, interaksi disini bukan hanya interaksi sesama manusia tetapi juga dengan alam. Budaya sekolah yang baik akan dapat menumbuhkan iklim yang baik yang dapat mendorong semua warga sekolah menjadi lebih baik seperti dalam iklim belajar dan budaya disiplin akan terus berkembang selama terdapat interaksi antara manusia dengan lingkungan sesama manusia.

    4. Menurut saya upaya untuk meningkatkan suatu mutu pendidikan dapat ditempuh dengan beberapa cara seperti, peningkatan kualitas guru, peningkatan materi, peningkatan sarana dan peningkatan kualitas belajar. Dalam peningkatan kualitas guru, seorang guru memiliki peran penting dalam pengembangan potensi peserta didik, menjadi seorang pendidik harus mampu mendidik peserta didik dalam kreativitas dan kehidupan sehari-harinya. Untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam pembelajaran maka guru harus mengikuti penataran, mengikuti kursus-kursus pendidikan, memperbanyak membaca. Selain meningkatkan kualitas guru maka perlu adanya peningkatan materi karena dalam peningkatan materi sangat perlu sekali, dengan lengkapnya materi yang diberikan kepada peserta didik tentu saja akan menambah lebih luas akan pengetahuan, materi yang disampaikan oleh pendidik harus mampu menjabarkan sesuai kurikulum, pendidik harus menguasai materi dengan ditambah dengan sumber lain yang diberkaitan sehingga peserta didik bisa tertarik dan termotivasi. Dalam peningkatan sarana, sekolah harus memberikan sarana dan prasarana yang memadai dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi antara pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan dan pengajaran sekola. Kemudian dalam peningkatan kualitas belajar mengajar yang di alami peserta didik tidak selamanya lancer, kadang-kadang mengalami kesulitan dan hambatan dalam belajar, maka yang pertama pendidik harus memberikan rangsangan yaitu pendidik harus mengguanakan metode belajar yang sesuai sehingga dapat merangsang minat untuk belajar, yang kedua pendidik harus memberikan motivasi belajar, memberikan dorongan dan memberikan bakat peserta didik dalam dunia belajar. Selain itu juga harus mengadakan kompetisi dan lomba yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi peserta didik, karena dengan itu pendidik akan mudah meningkatkan kualitas/mutu pendidikan.

    5. Upaya peningkatan mutu pendidikan terus dilakukan oleh berbagai pihak dan pendekatan, upaya-upaya tersebut di landasi suatu kesadaran betapa pentingnya peranan pendidikan dalam pengembangan sumber daya manusia untuk kemajuan masyarakat dan bangsa. Mutu pendidikan dapat dilihat dalam dua hal, yakni mengacu pada proses pendidikan dan hasil pendidikan. Proses pendidikan yang bermutu apabila seluruh komponen pendidikan terlibat dalam proses pendidikan itu sendiri. Pelaksanaan proses pendidikan yang efisien apabila pendayagunaan sumber daya waktu, tenaga dan biaya tepat sasaran, dengan lulusan dan produktifitas pendidikan yang optimal. Pendidikan yang efektif apabila pelaksanaan pendidikan diman hasil yang dicapai sesuai dengan rencana atau program yang telah di tetapkan sebelumnya. Manajemen pendidikan dapat juga disebut dengan kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya agar efektif dan efisien. Manajemen pendidikan diperlukan agar proses pencapaian tujuan pendidikan dapat tercapai secara efektif dan efisien, karena tanpa adanya sebuah manajemen maka tujuan pendidikan yang telah ditetapkan tidak akan tercapai secara optimal. Agar tujuan dapat tercapai secara efektif dan efisien harus di adakannya tim organisasi dalam proses manajemen diperlukan adanya sebuah pengorganisasian yang baik, apabila tim organisasi dapat berperan dengan baik maka tujuan yang akan dicapai dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s