Islam dan Ilmu

ILMU DALAM PANDANGAN ISLAM

Uhar Suharsaputra

1. Apakah Ilmu itu ?

Ilmu merupakan kata yang berasal dari bahasa Arab, masdar dari ‘alima – ya’lamu yang berarti tahu atau mengetahui. Dalam bahasa Inggeris Ilmu biasanya dipadankan dengan kata science, sedang pengetahuan dengan knowledge. Dalam bahasa Indonesia kata science umumnya diartikan Ilmu tapi sering juga diartikan dengan Ilmu Pengetahuan, meskipun secara konseptual mengacu paada makna yang sama. Untuk lebih memahami pengertian Ilmu (science) di bawah ini akan dikemukakan beberapa pengertian :

“Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

“Science is knowledge arranged in a system, especially obtained by observation and testing of fact (And English reader’s dictionary)

“Science is a systematized knowledge obtained by study, observation, experiment” (Webster’s super New School and Office Dictionary)

dari pengertian di atas nampak bahwa Ilmu memang mengandung arti pengetahuan, tapi pengetahuan dengan ciri-ciri khusus yaitu yang tersusun secara sistematis atau menurut Moh Hatta (1954 : 5) “Pengetahuan yang didapat dengan jalan keterangan disebut Ilmu”.

2. Kedudukan Ilmu Menurut Islam

Ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran islam , hal ini terlihat dari banyaknya ayat AL qur’an yang memandang orang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulya disamping hadis-hadis nabi yang banyak memberi dorongan bagi umatnya untuk terus menuntut ilmu.

Didalam Al qur’an , kata ilmu dan kata-kata jadianya di gunakan lebih dari 780 kali , ini bermakna bahwa ajaran Islam sebagaimana tercermin dari AL qur’an sangat kental dengan nuansa nuansa yang berkaitan dengan ilmu, sehingga dapat menjadi ciri penting dariagama Islam sebagamana dikemukakan oleh Dr Mahadi Ghulsyani9(1995;; 39) sebagai berikut ;

‘’Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap masalah ilmu (sains), Al quran dan Al –sunah mengajak kaum muslim untuk mencari dan mendapatkan Ilmu dan kearifan ,serta menempatkan orang-orang yang berpengetahuan pada derajat tinggi’’

ALLah s.w.t berfirman dalam AL qur;’an surat AL Mujadalah ayat 11 yang artinya:

“ALLah meninggikan baeberapa derajat (tingkatan) orang-orang yang berirman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmupengetahuan).dan ALLAH maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”

ayat di atas dengan jelas menunjukan bahwa orang yang beriman dan berilmu akan menjadi memperoleh kedudukan yang tinggi. Keimanan yang dimiliki seseorang akan menjadi pendorong untuk menuntut ILmu ,dan Ilmu yang dimiliki seseorang akan membuat dia sadar betapa kecilnya manusia dihadapan ALLah ,sehingga akan tumbuh rasakepada ALLah bila melakukan hal-hal yang dilarangnya, hal inisejalan dengan fuirman ALLah:

“sesungguhnya yang takut kepada allah diantara hamba –hambanya hanyaklah ulama (orang berilmu) ; (surat faatir:28)

Disamping ayat –ayat Qur’an yang memposisikan Ilmu dan orang berilmu sangat istimewa, AL qur’an juga mendorong umat islam untuk berdo’a agar ditambahi ilmu, seprti tercantum dalam AL qur’an sursat Thaha ayayt 114 yang artinya “dan katakanlah, tuhanku ,tambahkanlah kepadaku ilmu penggetahuan “. dalam hubungan inilah konsep membaca, sebagai salah satu wahana menambah ilmu ,menjadi sangat penting,dan islam telah sejak awal menekeankan pentingnya membaca , sebagaimana terlihat dari firman ALLah yang pertama diturunkan yaitu surat Al Alaq ayat 1sampai dengan ayat 5 yang artuinya:

“bacalah dengan meyebut nama tuhanmu yang menciptakan. Dia

telah menciptakan Kamu dari segummpal darah .

Bacalah,dan tuhanmulah yang paling pemurah.

Yang mengajar (manusia ) dengan perantara kala .

Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui.”

Ayat –ayat trersebut , jelas merupakan sumber motivasi bagi umat islam untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu,untuk terus membaca ,sehingga posisi yang tinggi dihadapan ALLah akan tetap terjaga, yang berearti juga rasa takut kepeada ALLah akan menjiwai seluruh aktivitas kehidupan manusia untuk melakukan amal shaleh , dengan demikian nampak bahwa keimanan yang dibarengi denga ilmu akan membuahkan amal ,sehingga Nurcholis Madjd (1992: 130) meyebutkan bahwa keimanan dan amal perbuatan membentuk segi tiga pola hidup yang kukuh ini seolah menengahi antara iman dan amal .

Di samping ayat –ayat AL qur”an, banyak nyajuga hadisyang memberikan dorongan kuat untukmenuntut Ilmu antara lain hadis berikut yang dikutip dari kitab jaami’u Ashogir (Jalaludin-Asuyuti, t. t :44 ) :

“Carilah ilmu walai sampai ke negri Cina ,karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagisetuap muslim’”(hadis riwayat Baihaqi).

“Carilah ilmu walau sampai ke negeri cina, karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim . sesungguhnya Malaikat akan meletakan sayapnya bagi penuntut ilmu karena rela atas apa yang dia tuntut “(hadist riwayat Ibnu Abdil Bar).

Dari hadist tersebut di atas , semakin jelas komitmen ajaran Islam pada ilmu ,dimana menuntut ilmu menduduki posisi fardhu (wajib) bagi umat islam tanpa mengenal batas wilayah,

3. Klarsfikasi Ilmu menurut ulama islam.

Dengan melihat uraian sebelumnya ,nampak jelas bagaimana kedudukan ilmu dalam ajaran islam . AL qur’an telah mengajarkan bahwa ilmu dan para ulama menempati kedudukan yang sangat terhormat, sementara hadis nabimenunjukan bahwa menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Dari sini timbul permasalahan apakah segala macam Ilmu yang harus dituntut oleh setiap muslim dengan hukum wajib (fardu), atau hanya Ilmu tertentu saja ?. Hal ini mengemuka mengingat sangat luasnya spsifikasi ilmu dewasa ini .

Pertanyaan tersebut di atas nampaknya telah mendorong para ulama untuk melakukan pengelompokan (klasifikasi) ilmu menurut sudut pandang masing-masing, meskipun prinsip dasarnya sama ,bahwa menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim. Syech Zarnuji dalam kitab Ta’liimu AL Muta‘alim (t. t. :4) ketika menjelaskan hadis bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim menyatakan :

“Ketahuilah bahwa sesungguhya tidak wajib bagi setiap muslim dan muslimah menuntutsegsls ilmu ,tetapi yang diwajibkan adalah menuntut ilmu perbuatan (‘ilmu AL hal) sebagaimana diungkapkan ,sebaik-baik ilmu adalah Ilmu perbuaytan dan sebagus –bagus amal adalah menjaga perbuatan”.

Kewajiban manusia adalah beribadah kepeda ALLah, maka wajib bagi manusia(Muslim ,Muslimah) untuk menuntut ilmu yang terkaitkan dengan tata cara tersebut ,seprti kewajiban shalat, puasa, zakat, dan haji ,mengakibatkan wajibnya menuntut ilmu tentang hal-hal tersebut . Demikianlah nampaknya semangat pernyataan Syech Zarnuji ,akan tetapi sangat di sayangkan bahwa beliau tidak menjelaskan tentang ilmu-ilmu selain “Ilmu Hal” tersebut lebih jauh di dalam kitabnya.

Sementara itu Al Ghazali di dalam Kitabnya Ihya Ulumudin mengklasifikasikan Ilmu dalam dua kelompok yaitu 1). Ilmu Fardu a’in, dan 2). Ilmu Fardu Kifayah, kemudian beliau menyatakan pengertian Ilmu-ilmu tersebut sebagai berikut :

“Ilmu fardu a’in . Ilmu tentang cara amal perbuatan yang wajib, Maka orang yang mengetahui ilmu yang wajib dan waktu wajibnya, berartilah dia sudah mengetahui ilmu fardu a’in “ (1979 : 82)

“Ilmu fardu kifayah. Ialah tiap-tiap ilmu yang tidak dapat dikesampingkan dalam menegakan urusan duniawi “ (1979 : 84)

Lebih jauh Al Ghazali menjelaskan bahwa yang termasuk ilmu fardu a’in ialah ilmu agama dengan segala cabangnya, seperti yang tercakup dalam rukun Islam, sementara itu yang termasuk dalam ilmu (yang menuntutnya) fardhu kifayah antara lain ilmu kedokteran, ilmu berhitung untuk jual beli, ilmu pertanian, ilmu politik, bahkan ilmu menjahit, yang pada dasarnya ilmu-ilmu yang dapat membantu dan penting bagi usaha untuk menegakan urusan dunia.

Klasifikasi Ilmu yang lain dikemukakan oleh Ibnu Khaldun yang membagi kelompok ilmu ke dalam dua kelompok yaitu :

1. Ilmu yang merupakan suatu yang alami pada manusia, yang ia bisa menemukannya karena kegiatan berpikir.

2. Ilmu yang bersifat tradisional (naqli).

bila kita lihat pengelompokan di atas , barangkali bisa disederhanakan menjadi 1). Ilmu aqliyah , dan 2). Ilmu naqliyah.

Dalam penjelasan selanjutnya Ibnu Khaldun menyatakan :

“Kelompok pertama itu adalah ilmu-ilmu hikmmah dan falsafah. Yaituilmu pengetahuan yang bisa diperdapat manusia karena alam berpikirnya, yang dengan indra—indra kemanusiaannya ia dapat sampai kepada objek-objeknya, persoalannya, segi-segi demonstrasinya dan aspek-aspek pengajarannya, sehingga penelitian dan penyelidikannya itu menyampaikan kepada mana yang benar dan yang salah, sesuai dengan kedudukannya sebagai manusia berpikir. Kedua, ilmu-ilmu tradisional (naqli dan wadl’i. Ilmu itu secara keseluruhannya disandarkan kepada berita dari pembuat konvensi syara “ (Nurcholis Madjid, 1984 : 310)

dengan demikian bila melihat pengertian ilmu untuk kelompok pertama nampaknya mencakup ilmu-ilmu dalam spektrum luas sepanjang hal itu diperoleh melalui kegiatan berpikir. Adapun untuk kelompok ilmu yang kedua Ibnu Khaldun merujuk pada ilmu yang sumber keseluruhannya ialah ajaran-ajaran syariat dari al qur’an dan sunnah Rasul.

Ulama lain yang membuat klasifikasi Ilmu adalah Syah Waliyullah, beliau adalah ulama kelahiran India tahun 1703 M. Menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi ke dalam tiga kelompok menurut pendapatnya ilmu dapat dibagi kedalam tiga kelompok yaitu : 1). Al manqulat, 2). Al ma’qulat, dan 3). Al maksyufat. Adapun pengertiannya sebagaimana dikutif oleh A Ghafar Khan dalam tulisannya yang berjudul “Sifat, Sumber, Definisi dan Klasifikasi Ilmu Pengetahuan menurut Syah Waliyullah” (Al Hikmah, No. 11, 1993), adalah sebagai berikut :

1). Al manqulat adalah semua Ilmu-ilmu Agama yang disimpulkan dari atau mengacu kepada tafsir, ushul al tafsir, hadis dan al hadis.

2). Al ma’qulat adalah semua ilmu dimana akal pikiran memegang peranan penting.

3). Al maksyufat adalah ilmu yang diterima langsung dari sumber Ilahi tanpa keterlibatan indra, maupun pikiran spekulatif

Selain itu, Syah Waliyullah juga membagi ilmu pengetahuan ke dalam dua kelompok yaitu : 1). Ilmu al husuli, yaitu ilmu pengetahuan yang bersifat indrawi, empiris, konseptual, formatif aposteriori dan 2). Ilmu al huduri, yaitu ilmu pengetahuan yang suci dan abstrak yang muncul dari esensi jiwa yang rasional akibat adanya kontak langsung dengan realitas ilahi .

Meskipun demikian dua macam pembagian tersebut tidak bersifat kontradiktif melainkan lebih bersifat melingkupi, sebagaimana dikemukakan A.Ghafar Khan bahwa al manqulat dan al ma’qulat dapat tercakup ke dalam ilmu al husuli

4. Apakah filsafat itu ?

Secara etimologis filsafat berasal dari bahasa Yunani dari kata “philo” berarti cinta dan” sophia” yang berarti kebenaran, sementara itu menurut I.R. Pudjawijatna (1963 : 1) “Filo artinya cinta dalam arti yang seluas-luasnya, yaitu ingin dan karena ingin lalu berusaha mencapai yang diinginkannya itu . Sofia artinya kebijaksanaan , bijaksana artinya pandai, mengerti dengan mendalam, jadi menurut namanya saja Filsafat boleh dimaknakan ingin mengerti dengan mendalam atau cinta dengan kebijaksanaan.

Ilmu mengkaji hal-hal yang bersifat empiris dan dapat dibuktikan, filsafat mencoba mencari jawaban terhadap masalah-masalah yang tidak bisa dijawab oleh Ilmu dan jawabannya bersifat spekulatif, sedangkan Agama merupakan jawaban terhadap masalah-masalah yang tidak bisa dijawab oleh filsafat dan jawabannya bersifat mutlak. Menurut Sidi Gazlba (1976 : 25) Pengetahuan ilmu lapangannya segala sesuatu yang dapat diteliti (riset dan/atau eksperimen) ; batasnya sampai kepada yang tidak atau belum dapat dilakukan penelitian. Pengetahuan filsafat : segala sesuatu yang dapat dipikirkan oleh budi (rasio) manusia yang alami (bersifat alam) dan nisbi; batasnya ialah batas alam namun demikian ia juga mencoba memikirkan sesuatuyang diluar alam, yang disebut oleh agama Tuhan. Sementara itu Oemar Amin Hoesin (1964 : 7) mengatakan bahwa ilmu memberikan kepada kita pengetahuan, dan filsafat memberikan hikmat

5. Apakah Filsafat Ilmu itu ?

filsat ilmu pada dasarnya merupakan upaya untuk menyoroti dan mengkaji ilmu, dia berkaitan dengan pengkajian tentang obyek ilmu, bagaimana memperolehnya serta bagaimana dampai etisnya bagi kehidupan masyarakat. Secara umum kajian filsafat ilmu mencakup :

1) Aspek ontologis

2) Aspek epistemologis

3) Axiologis

Aspek ontologis berkaiatan dengan obyek ilmu, aspek epistemologis berkaiatan dengan metode, dan aspek axiologis berkaitan dengan pemanfatan ilmu. Dari sudut ini folosuf muslim telah berusaha mengkajinya dalam suatu kesatuan dengan prinsip dasar nilai-nilai keislamanyang bersumebr pada Al Qur’an dan Sunnah Rasul.

207 Balasan ke Islam dan Ilmu

  1. Dede Priatna IC berkata:

    menurut Syah Waliyullah seorang ulama kelahiran india tahun 1703 M. menurut pendapatnya ilmu di bagi menjadi tiga, apakah ada kesamaan dan perbedaan dari ilmu tersebut.

  2. Muhendra IC berkata:

    Di dalam al-Qur’an kata ilmu dan kata-kata jadiannya di gunakan lebih dari 780 kali, ilmu menurut saya di digunakan tanpa harus di hitung berapa kali kita menggunakannya!

  3. Nur Arofah IC berkata:

    ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat di gunakan untuk meneranglan gejala-gejala tertentu di bidang pengetahuan yang ingin saya tanyakan metode-metode apakah yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tersebut?

  4. Neneng Marlina IC berkata:

    ilmu adalah pengetahuan tentang ssustu bidang yang disusun secara besistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala=gejala tertentu dibidang (pengetahuan) Apakah ilmu itu digunakan untuk menerangkan gejala-gejala dibidang pengetahuan saja. Apakah ilmu itu bisa juga di gunakan dalam bidang yang lainnya seperti bidang kebudayaan dan bidang mistik?

    • yourias berkata:

      ilmu itu kan luas. .sampai tidak terhitung pengertian dan isi di dalamnya, dengan ilmu kita dapat mengetahui pelbagai perkara atau gejala-gejala yang baru bagi kita..

  5. idik sodikin 1c berkata:

    setelah saya membaca “islam dan ilmu”yang telah Bapa buat, saya sangat terkesan.Namun ada yang belum saya mengerti yaitu dari tulisan “menurut Syah Waliyullah seorang ulama kelahiran india tahun 1703 M. Ilmu di bagi menjadi tiga kelompok” yaitu:
    1.almanqulat
    2.alma’qulat
    3.almksyufat.
    yang ingin saya tanyakan apakah ada kesamaan dan perbedaan antara ilmu almanqulat dengan alma’qulat.Terima kasih

  6. Yati Maryati IC berkata:

    ilmu naqli dam ilmu waqli adalah yang termasuk kedalam ilmu-ilmu tradisiomal,ilmu itu secara keseluruhanya didasarkan kepada berita dari komvensi syara.bisakah bapak beritahu apa yang disebut ilmu naqli dan ilmu wadli itu?

  7. ina roaeni IC berkata:

    ilmu dalam pandangan islam banyak yang kami belum mengeri dari ilmu tradisional dan banyak lagi ilmu-ilmu lainnya,seperti: al-manqulat dan ilmu al-ma’qulat sepintas ilmu tersebut hampir sama, dari nama namun depinisinya berbeda dari itu saya tidak mengerti apakah ada kesamaandan perbedaan dari kedua ilmu tersebut.

  8. yusi susilawati IC berkata:

    dalam kedudukan ilmu menurut islam salah satu satu ciri islam dalam yang lainnya adalah penekanannbya terhadap masalah ilmu(sains) apakah ciri lainnya yang membedakan islam tersebut.

    • jarwoto berkata:

      ilmu bukan materi yang bisa dihitung dengan nilai sehingga bisa diketahui besar kecilnya,tapi ilmu adalah lautan yang luas yang bisa ditelusuri,lautan yang dalam yang bisa diselami apabila kita mempunyai keinginan.insyaallah

  9. YOGI GINANJAR 1C berkata:

    Setelah menyimak karya tulis Bapak,saya menyimpulkan memang dalam ajaran agama Islam seseorang yang berilmu mendapat kedudukan tertinggi dan dimulyaakan tetapi Allah memandang seseorang berdasarkan dari iman dan ketakwaannya.Saya ingin menanyakan apakah kecanggihan ilmu(sains)dapat diimbangi atau dibatasi dengan norma-norma ajaran islam?

  10. heri suheriIC berkata:

    dari sini permasalahan apakah timbul permasalahan apakah segala macam ilmu yang harus dituntut etiap muslim dengan hukum wajib atau pardu atau ilmu tertentu saja.hal ini mengemuka mengingat sangat luasnya spifikasi ilmu dewasa ini.apa arti dari ilmu spifikasi?

  11. essis anisa 1C berkata:

    syech zarnuji akan tetapi sangat disayangkan bahwa beliau yidak menjelaskan tentang ilmu-ilmu selain ilmu hal.seperti apa ilmu hal tersebut?

  12. teguh saputra 1C berkata:

    ilmu adalah pengetehuan tentang suatu bidang yang disusun segara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetehuan) apakah ilmu itu hanya digunakan untuk menerangkan gejala-gejala di bidang pengetahuan saja,apakah ilmu itu bisa juga digunakan dalam bidang lainnya seperti dalam bidang kebudayaan atau kesenian,dan dalam bidang mistik(seperti ramalan dan zodiak)

  13. atin nuryatin 1 c berkata:

    menurut saya, sesuai dengan fakta yang saya lihat “tidak setiap orang yang berilmu menyadari dirinya kecil dihadapan Allah SWT. Akan tetapi, terkadang ada beberapa orang yang merasa dirinya lebih dibandingkan dengan orang lain karena ilmu yang dimilikinya tersebut. Ilmu yang dimiliki terkadang menjadi alat untuk menyombongkan diri. Dan masih banyak orang yang berilmu, tetapi melakukan hal-hal yang jelas dilarang Allah. ilmu yang dimiliki juga kadang justru dIgunakan untuk hal yang maksiat atau merugikan orang lain. saya setuJu bahwa ilmu yang berhubungan dengan cara amal perbuatan wajib dipelajari, tetapi kita jangan pula mengabaikan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan duniawi. karena hal itu bermanfaat dalam kehidupan manusia.
    yang saya ingin tanyakan : maksud dari “berita pembuat syara dan bagaimana pandangan Bapak mengenai ilmu yang berhubungan dengan mistik?

  14. yana muliyana 1C berkata:

    permasalahan segala macam ilmu yang harus dituntut setiep muslim dengan hukum wajib(fardu),atau ilmu tertentu saja.hal ini mengemukakan mengingat sangat luasnya spisifikasi ilmu dewasa ini.apa si spisifikasi ilmu dewasa itu?

  15. jajang nurjaman 1C berkata:

    Dalam kedudukan ilmu menurut islam salah satu ciri islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap masalah ilmu (sains) apakah ciri lainnya yang membedakan islam tersebut?

  16. HERI HERMANSYAH berkata:

    Kita dituntut untuk mencari ilmu bahkan hal itu sudah tertera dalam hadis dan al-quran. Tetapi kita tidak boleh terpaku pada hal mencari tahu karena ilmu tanpa iman dan taqwa bukanlah hal yang bermanfaat apalagi ilmu sering berkaitan dengan filsafat yang notabene belum bisa dipercaya 100% kebenarannya.
    saya pernah mendengar bahwa ajaran filsafat sering bersebrangan ajaran agama islam.Apakah demikian?

  17. dian kartini widya putri 1C berkata:

    ilmu naqli dan ilmu wadli adalah ilmu yamg termasuk dlam ilmu tradisional mengapa ilmu-ilmu tersebut termasuk kedalam ilmu tradisional apakah tercantum dalam al-quran tentang ilmu tersebut

  18. udesukmana berkata:

    ude 1 C
    tolong lihat email dari saya sampe apa tidak, saya lampirkan berkas makalah. terima kasih..

  19. farid maftuh berkata:

    Islam memang sangat menganjurkan ummatnya untuk mencari ilmu, memahami dan mengamalkan ilmu tersebut. Namun sayang, hal ini belum dilaksanakan oleh ummat islam secara keseluruhan, sehingga kita banyak tertinggal. Mungkin juga hal ini disebabkan ada pengkotak-kotakan ilmu itu sendiri, sehingga ummat islam tidak merasa “bersalah” jika tidak mempelajari ilmu yang ada hubungannya dengan kehidupan dunia. Maka yang terjadi kemudian, ummat islam menjadi “penonton” kemajuan dunia. demikian Wallaahu a’lam………..

  20. farid maftuh, UNIKU,FE,Kary berkata:

    Islam memang sangat menganjurkan ummatnya untuk mencari ilmu, memahami dan mengamalkan ilmu tersebut. Namun sayang, hal ini belum dilaksanakan oleh ummat islam secara keseluruhan, sehingga kita banyak tertinggal. Mungkin juga hal ini disebabkan ada pengkotak-kotakan ilmu itu sendiri, sehingga ummat islam tidak merasa “bersalah” jika tidak mempelajari ilmu yang ada hubungannya dengan kehidupan dunia. Maka yang terjadi kemudian, ummat islam menjadi “penonton” kemajuan dunia. demikian Wallaahu a’lam………..

  21. yayah tarsiah berkata:

    faktor apa yang mempengaruhi penguasaan dan teknologi sekarang di kuasai orng-orang yahudi? karena yang kita tahu berdasarkan sejarah ilmu pengetahuan dan teknologi dulu di kuasai oleh orang-orang muslim,contoh ibnu sina ahli kedokteran,dll.tetapi sekarang bergeser/berpindah ke orang yahudi yang menguasai.apa sebabnya?….

  22. Secara umum kajian filsafat ilmu mencakup aspek ontologis,aspek epistemologis,axiologis.yang ingin saya tanyakan apakah ketiga aspek tersebut saling berkaitan?dan jelaskan ketiga aspek tersebut secara terperinci?

  23. wina 1 c PE-AP berkata:

    ass. Menurut Moh Hatta “Pengetahuan yang didapat dengan jalan keterangan disebut ilmu” maksudnya dengan jalan keterangan itu gimana?

  24. pengertian tentang ilmu itu banyak.mengapa bapa lebih memilih pengertian ilmu menurut agama islam?

  25. uhar berkata:

    menurut pemahaman saya, islam merupakan agama yang cukup luas memberikan dasar-dasar bagi perkembangan ilmu, namun tidak berarti pemahaman yang lain keliru, ini hanya soal pilihan, belajar terus sdr slamet yaa

  26. uhar berkata:

    Sdr Wina. keterangan itu maksudnya penjelasan dan penjelasan itu memerlukan langkah sistematis, sementara itu ilmu adalah pengetahuan yang disusun sistematis. bagus anda membaca buku itu lanjutkan

  27. uhar berkata:

    Sdr Nina. ketiga hal tersebut jelas berkaitan. ontologi merupakan fondasi bergeraknya ilmu, epistemologi merupakan cara memperolehnya, dan axiologi merupakan kajian tentang pemanfaatan ilmu itu sendiri

  28. uhar berkata:

    Sdr Yayah T. penguasaan ilmu berkaitan dengan banyak faktor, dari faktor ekonomi, budaya dan politik. menurut Arselan ketertinggalan umat islam dalam bidang ilmu karena makin jauhnya umat dari ajaran islam yang sebenarnya

  29. uhar berkata:

    Sdr Farid Maftuh, saya setuju pendapat anda, dan itulah yang harus kita fikirkan, bagaimana mengatasinya. anda cukup menguasai masalah itu, bagus dan belajar terus

  30. uhar berkata:

    Sdr Dian. itu disebabkan ilmu tersebut tidak mengacu pada landasan empiris melainkan cenderung bersifat turun-temurun

  31. uhar berkata:

    sdr Heri. pendapat anda benar. iman dan takwa harus jadi dasar bagi pencari ilmu, kalau demikian maka belajar filsafatpun tentu tak akan berseberangan dengan iman

  32. uhar berkata:

    Sdr Jajang ciri yang utama dari islam adalah tauhidnya. jadi nuntut ilmupun perlu landasan iman dan takwa

  33. uhar berkata:

    sdr yana. menurut Alghazali ilmu dikelompokan menjadi ilmu fardu ain dan ilmu fardu kifayah. ilmu fardu ain kewajiban setiap orang menuntutnya, sedang ilmu fardu kifayah bisa terwakili jika sudah ada yang menuntutnya

  34. uhar berkata:

    Sdr Atin. berita “Pembuat syara” itu adalah tuhan yang menurunkan syariah. sementara ilmu mistik hanyalah satu dimensi manusia dalam memahami kehidupan diluar penggunaan akal, atau ilmu khuduri analoginya. ini perlu pembahasan luas lain waktu. selamat buat anda

  35. uhar berkata:

    sdr teguh fungsi ilmu selain menerangkan juga mengontrol dan memperkirakan apa gejala-gejala yang akan terjadi

  36. uhar berkata:

    sdr essi. ilmu hal adalah ilmu yang diperlukan untuk melakukan sesuatu khususnya bidang agama, seperti cara wudu, cara sholat, dsb yang berkaitan dengan amalan umat islam

  37. uhar berkata:

    sdr heri yang utama adalah ilmu hal, namun yang lain tetap penting bagi kehidupan manusia sehingga tetap wajib dituntut

  38. uhar berkata:

    sdr yogi ilmu seharusnya menaati norma yang ada sebab jika tidak orang akan memanfaatkannya secara sembarangan dan itu tentu akan merusak kehidupan manusia

  39. uhar berkata:

    sdr yusi ciri lainnya adalah tauhidullah

  40. uhar berkata:

    sdr ina ilmu mankulan adalah ilmu yang diperoleh dari penuturan yang bermuara pada nabi dan Allah, sedang ilmu maqulat ilmu yang diperoleh dengan menggunakan akal fikiran

  41. uhar berkata:

    sdr yati ilmu nakli ilmu yang diperoleh melalui periwayatan sedang ilmu akli berdasarkan penggunaan akal fikiran

  42. uhar berkata:

    sdr idik peramaannya sama sama ilmu sedan perbedaannya baca lagi dg cermat tulisannya

  43. uhar berkata:

    sdr neneng hal itu tentu saja bisa sebagai alat untuk menganalisanya

  44. uhar berkata:

    sdr nur arofah, bidaang apapun pada dasarnya bisa sejauh ada pemahaman tentang gejala tersebut

  45. uhar berkata:

    sdr muhendra saya setuju pendapat anda penyebutan itu hanya untuk menunjukan tekanan tentang pentingnya ilmu

  46. uhar berkata:

    sdr dede priatna kesamaannya adalah samasama ilmu perbedaannya dalam cara perolehannya

  47. awan berkata:

    Untk lebih jelas ilmu dan islam atau islam dan ilmu ada aplikasi/penerapannya di http://awan965.wordpress.com/ coba buka “Kehancuran Planet Bumi Tahun 2003?” pada “Yang sering dibaca…”

  48. Ugin VR 1C PEAP berkata:

    Kemampuan akal manusia dalam memperoleh ilmu dan pengetahuan tidak diragukan lagi, kemampuan ini tidak dimiliki oleh mahluk lainnya karena manusia adalah mahluk yang paling sempurna. Oleh karena itu, Allah SWT menghendaki agar setiap umat terutama umat islam wajib menuntut ilmu yang setinggi-tingginya karena Allah telah menjanjikan kepada umat-Nya akan mengangkat derajat yang lebih tinggi kepada orang yang berilmu serta Allah juga menghendaki agar tindakan dan tingkah laku kita berdasarkan ilmu jika setiap perbuatan kita tidak berdasarkan ilmu akan menjadi orang yang merugi disisi Allah dan akan menjadi penghuni neraka. Dizaman sekarang ini kehebatan manusia tidak diragukan lagi, ini terbukti karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terkadang dengan kelebihan tersebut manusia juga bisa menjadi sombong karena ilmu yang dimilikinya tetapi sebaliknya manusia yang tidak menggunakan ilmunya akan menjadi orang yang bodoh dan merugi didunia. Mungkin ada segi positif dan negatifnya dari penggunaan ilmu tersebut.

  49. TAppkipmkng Kuningan berkata:

    sdr ugin, pernyataan anda benar, einstein pernah menyatakan bahwa science without religion is blind and religion without science is lame, oleh karena itu iman takwa dan tauhid harus menjadi fondas dalam menuntut ilmu

  50. awan berkata:

    Saya setuju dengan pendapat Ugin VR 1C PEAP :
    “Dizaman sekarang ini kehebatan manusia tidak diragukan lagi, ini terbukti karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.”
    Berkaitan dengan pendapat di atas… coba klik alamat ini
    http://awan965.wordpress.com/2007/03/19/kehancuran-bumi-tahun-2053-tubrukan-dengan-planet/

    dan alamat ini
    http://awan965.wordpress.com/2007/03/25/bukti-kebesaran-allah-dan-kebenaran-al-quran/

    Mungkin Anda atau siapa punya pendapat?

  51. Atik Priantia (kelas kary.) berkata:

    Ilmu yang berhubungan dengan cara amal perbuatan wajib dipelajari namun tidak ada salahnya bila kita tetap mempelajari ilmu yang berkaitan dengan duniawi dan dalam mempelajari ilmu hendaknya dilakukan atas kesadaran dan kemauan dari diri sendiri bukan atas dasar paksaan yang tentunya dengan dibarengi keteguhan Iman kita kepada Allah SWT agar kita tidak salah dalam mengamalkan ilmu yang kita peroleh. —-Amien—-

  52. Kurwidiati (kelas kary.) berkata:

    Betapa pentingnya ilmu bagi kehidupan manusia dan islam sangat menekankan akan wajibnya seorang muslim untuk menuntut ilmu, namun pada kenyataannya kita dapat melihat bahwa perkembangan ilmu pengetahuan saat ini dikuasai oleh ilmu-ilmu yang berasal dari pemikiran-pemikran dunia barat dan ilmu-ilmu yang bernafaskan kaidah-kaidah islam seakan tenggelam dibawah bayang-bayang modernisasi dunia barat.

  53. awan berkata:

    Kita jangan lupa kepada para investos pendidikan di Indonesia….
    Silakan klik artikel investor pendidikan Indonesia (yang mungkin kita lupakan). klik saja link ini http://endang965.wordpress.com/2007/05/04/ki-hajar-dewantara-1889-1959/

    Coba buka lagi link ini tentang begitu besar Jepang menanamkan investasi pendidikannya
    klik saja link ini http://endang965.wordpress.com/2007/05/06/potret-pendidikan-di-jepang/
    dan
    http://endang965.wordpress.com/2007/05/06/fukuzawa-yukichi-tokoh-pendidikan-jepang/

    Itu semua (investasi pendidikan/pendidikan seumur hidup) sudah ada dalam Al Quran 14 abad yang lalu….

  54. Uhar berkata:

    sdr Kurwidiati, pendapat anda benar, saya setuju. oleh karena itu adalah suatu keharusan untuk terus bwlajar dan menggali ilmu, agar ketertinggalan bisa sedikit diatasi, dan umat islam dapat berjaya lagi seperti jaman-jaman permulaan islam sampai abad 13 Masehi, jadi mari kita belajar terus

  55. Uhar berkata:

    sdr Atik Priantia, anda nampaknya sangat faham tentang bagaimana seharusnya kita menuntut ilmu, dan saya amat sepakat dengan pendapat anda. ilmu apapun dapat dituntut yang penting dasar keimanan dan ketakwaan harus menjadi landasannya

  56. nuriah (kls kary) berkata:

    Islam mengajar berbagai hal sebagai pegangan hidup dalam al-Quran dan Hadist, Ilmu Pengetahuan untuk keperluan dunia dan Ilmu Agama untuk persiapan di akherat.
    Ilmu memang sangat penting sekali dalam kehidupan modern saat ini bisa kita lihat di dunia pekerjaan seperti di instansi pemerintah betepa hebatnya peran pendidikan apalagi pendidikan formal setingkat S-1 saat ini semakain bersaing untuk dicapai seorang pegawai tanpa pndidkan formal akan semakain tertinggal.
    Yang lebih penting saat ini umat islam harus kembali menggali ilmu agamanya supaya mendapt pertolongan dari Allah SWT, karena ketidak pastian saat ini disebabkan umat islam bertingkah tidak sesuai ketentuan Alquran dan Hadist.Hatur nuhun

  57. anwarnasihin berkata:

    Ilmu agama harus tetap dipelajari jangan hanya berkutat dengan ilmu pengetahuan, agar umat islam berada dijalan yang dicintai Allah SWT mendapat pertolongan Allah SWT.

  58. sesungguhnya ilmu itu banyak kelebihan kepala ilmu itu tawadhu, matanya adalah bebas dari dengki telinganya adalah faaham. lisannnya adalah kejujuran, hapalannya adalah pemeriksaan, hatinya adalah niat yan baik, akalnya adalah mengenal perkara-perkara yang wajib, tangannnya adalah kasih sayang dan sillaturahmim kakinya adalah mengunjungi ulama, tekadnya adalah kesehatan hikmahnya adalah wara atau hati-hati, tempatnya adalah selamat,penuntunya adalah kesejahteraan, kendaraannya adalah kesetiaan dan senjatanya adalah kelembutan bicara, pedangnya adalah keridhaan, busurnya adalah dialog, pasukannya adalah berdekatan dengan ulama hartanya adalah adab dan amal, tabungannya adalah menjauhi dosa, bekalnya adalah kebaikan, airnya adalah perpisahan, petunjuknya adalah hidayah, teman dekatnya adalah bersahabat dengan org shaleh yang menuntut ilmu

  59. Arif Budy (kls Karyawan) berkata:

    Ilmu menyediakan suatu cara yang dengannya alam semesta, dan segala sesuatu di dalamnya, dapat diteliti guna menyingkap kehebatan dalam ciptaan Allah, sehingga pengetahuan ini dapat disampaikan kepada segenap manusia. Dengan demikian, agama mendorong ilmu pengetahuan, menjadikannya sebagai alat untuk mempelajari seluk-beluk ciptaan Tuhan. Sedangkan Islam adalah agama akal dan hati nurani. Seseorang memahami kebenaran yang diberitakan oleh agama dengan menggunakan kearifannya, serta menarik kesimpulan-kesimpulan dari alam di sekitarnya menggunakan hati nuraninya. Seseorang yang menggunakan akal dan hatinya dalam memahami sifat-sifat benda apa pun di alam semesta ini, bahkan meskipun ia bukan pakar dalam masalah tersebut, akan memahami bahwasanya itu semua diciptakan oleh Sang Pemilik Kebijaksanaan, Ilmu, dan Kekuasaan yang agung.

  60. cicih nuryaningsih (kls.kary) berkata:

    Islam dan Ilmu memeng tidak bisa dipisahkan karena dalam alquran surat yang pertama Al- Alaq berbunyi Iqro, Baca dan Bacalah, sehingga kedudukan Ilmu dalam pandangan Islam bahwa Islam sangat menjungjung tinggi orang-orang yang berilmu, dimana menuntut ilmu itu wajib bagi umat Islam tanpa mengenal batas wilayah.
    Sehingga bila manusia berilmu dan dilandasi dengan ajaran-ajaran alquran dan hadis serta dilaksanakan dengan penuh kearifan dan bijaksana maka ilmunya tidak akan sia-sia.
    jadi kesimpulan dari ilmu menurut Filsafat Ilmu adalah ;
    Ilmu bisa memberi pengetahuan dan Filsapat bisa menjadi hikmat, bahwasanya bila kita mengakui semua yang ada di Dunia ini dengan dilandasai oleh Ilmu maka segalanya akan kembali pada Yang Maka Kuasa.

  61. Faida Ayu Maolani Irranisa(kls.kary. FE_Akuntansi UNIKU) berkata:

    Sebagai seorang muslim tentu saya setuju dengan paparan bapak tentang Ilmu dalam pandangan islam diatas, karena menurut saya kedua hal tersebut saling berkaitan. Islam tanpa ilmu ajaran-ajarannya tidak akan mudah dilaksanakan dan disebarluaskan secara baik dan benar oleh setiap muslim, dan ilmu tanpa islam; tidak akan terarah penerapannya dalam kehidupan sebagai hamba Allah SWT.
    Dapat diartikan bahwa Islam(Alqur’an dan Al-Hadist) merupakan pedoman manusia dalam menuntut ilmu di segala aspek kehidupan.Sedangkan ilmu dalam pandangan islam kedudukannya sangat penting dan wajib dituntut oleh setiap manusia (Muslim), karena ilmu merupakan sarana komunikasi dalam penyebaran, pembelajaran, pemahaman dan perlindungan islam.
    comment dari saya cukup sekian dulu ya pak, bersambung… huehue

  62. RUSMANSAH (Kls. Kary. FE UNIKU) berkata:

    Ilmu dalam pandangan Islam; ilmu sangat bermanfaat dalam memperdalam, mengamalkan ajaran islam dan dengan ilmu dapat meninggikan derajat, harkat dan martabat manusia. Islam (Alquran dan Al Hadist) sebagai pedoman manusia dalam menelaah semua aspek-aspek dalam kehidupan ini, dan ilmu sebagai sarana untuk menjalani kehidupan ini agar tidak keluar jalur yang diajarkan dalam Islam.

  63. Yudiana (Kls. Kary. FE_Akun Tk. II berkata:

    Menurut saya Ilmu sangat penting dalam kehidupan manusia, sebab dengan ilmu manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang salah. Sesuai dengan hadis Nabi Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.

  64. Aris Kadarisman (Kls. Kary. FE_Akun Tk. II ) berkata:

    Manusia tanpa ilmu bagaikan seorang yang buta. Untuk berjalan ia perlukan pimpinan. Kalau manusia ingin berjaya di dunia dan di Akhirat, kita perlukan pimpinan yaitu ilmu. Rasulullah bersabda :
    “Barang siapa mau dengan dunia, hendaklah dengan ilmu, barang siapa mau dengan Akhirat hendaklah dengan ilmu, dan barang siapa mau akan keduanya hendaklah dengan ilmu”

    Tanpa kita sadari, sistem pendidikan yang kita lalui selama ini telah banyak mempengaruhi sikap dan pemikiran kita dalam berbagai aspek kehidupan termasuk yang berkaitan dengan ilmu. Sistem pendidikan yang bersifat sekuler telah pula mempengaruhi sikap banyak orang dalam mencari ilmu. Untuk ilmu-ilmu yang akan memudahkan mereka di dunia sanggup jatuh bangun mencarinya, berkorban harta untuk pembiayaan yang tinggi, berkorban pikiran dan tenaga untuk mendapat nilai yang baik, ijazah dan titel. Mereka akan memilih sekolah dan guru-guru pengajar yang mereka anggap terbaik. Tapi untuk ilmu-ilmu yang justru dapat mengingatkan mereka pada Allah (ilmu agama) mana usaha mereka ? Biasanya kebanyakan orang mencari ilmu agama sebagai sambilan saja. Untuk mencari ilmu dunia, mereka mencari guru yang memang ahli di bidangnya. Apakah dalam mencari ilmu Islam yang bertujuan untuk menjadi orang bertaqwa, mereka betul-betul mencari orang yang dapat menjadi model dalam ketaqwaan ?

  65. nani sumarni (kls Karyawan) berkata:

    Hakikatnya ilmu dalam islam adalah suatu ketentuan yang mendasar bagi manusia dalam menjalani kehidupan di didunia dan akhirat juga sebagi pondasi hidup, karena untuk melakukan sesuatu hal kita harus mempunyai dasar atau pegangan sehingga dalam pelaksanaanya kita berpedoman pada syariat islam khususnya bagi umat islam umumnya bagi umat manusia.

  66. Sherly stevi iman (kls Karyawan) berkata:

    Betapa pentingnya ilmu bagi manusia karena tanpa ilmu manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar aturan karena ilmu dalam islam adalah sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan baik dunia maupun akhirat.

  67. uharsputra berkata:

    sdr Sherly ilmu memang dapat membuat orang makin menyadari perannya di dunia asal didasarkan pada keimanan dan ketakwaan

  68. uharsputra berkata:

    sdr nani sumarni, nabi Muhammad pernah bersabda : barang siapa ingin dunia, hendaklah dengan ilmu, barang siapa ingin akherat hendaklah dengan ilmu dan barang siapa ingin keduanya hendaklah dengan ilmu. jadi pemahaman saudari sangat tepat, semoga kita bisa melakukannya

  69. uharsputra berkata:

    sdr aris kadarisman, pengamatan anda amat tepat, dewasa ini memang gejala menunjukan hal yang demikian, padahal ilmu-ilmu umum itu oleh al ghazali dianggap sebagai fardu kifayah, dan ilmu agama dianggap fardu ain. namun kecenderungan orang menuntut ilmu agama kurang/tidak sekuat menuntut ilmu umum. meskipun demikian dalam pandangan saya menuntut ilmu apapun tergantung niat dan pemanfaatannya. jika pemanfaatannya dapat memberi kebaikan pada umat. maka ilmu umum atau agamapun bisa punya nilai yang sama baiknya.

  70. uharsputra berkata:

    sdr yudiana, saya setuju pendapat anda, karena itu benar, selamat menuntut ilmu terus

  71. uharsputra berkata:

    sdr rusmansah anda benar, saya mengokekannya, thanks

  72. uharsputra berkata:

    sdr faida ayu maolani, bagus dan benar, sekian dulu komentar saya yaaaa, nanti dilanjutkan

  73. uharsputra berkata:

    sdr cicih komentar anda sangat religius dan memberi inspirasi besar buat saya, terima kasih

  74. uharsputra berkata:

    sdr arif budi pemahaman anda cukup mendalam tentang peran dan fungsi ilmu, dan saya amat menghormati pendapat anda tersebut, selamat belajar terus yaa

  75. uharsputra berkata:

    sdr uc kencleng dan dedi. komentar anda puitis dan amat bagus, anda berfikir lurus tidak kencleng, dan saya sependapat dengan anda berdua

  76. uharsputra berkata:

    sdr anwar nasihin saya sangat setuju, thanks

  77. uharsputra berkata:

    sdr nuriah saya amat setuju bahwa umat islam sekarang harus bangkit lagi untuk tetap bersemangat menuntut ilmu, saya doakan sdr merupakan bagian di dalamnya, makasih

  78. AGIL AK, UNIKU, AKUNTANSI,KARYWN berkata:

    ARTIKEL DIATAS SANGAT MENARIK DIAMANA DLAM ISLAM KITA SEBAGAI MUSLIM WAJIB U MENUNTUT ILMU. YANG MENJADI MASALAH BAGAIAMANA SUPAYA KITA TIDAK MALAS UNTUK MENUNTUT ILMU? KIAT2 APA SUPAYA KITA BERSEMANGAT DAN BERGAIRAH UNTUK MENUNTUT ILMU?
    TRIMAKASIH.

  79. ade lili nurhali berkata:

    Di dalam ilmu ada beberapa yang perlu diperhatikan diantaranya adalah amal perbuatan yang wajib dipelajari namun tidak ada salahnya bila kita tetap mempelajari ilmu yang berkaitan dengan duniawi dan dalam mempelajari ilmu hendaknya dilakukan atas kesadaran serta kemauan dari diri sendiri bukan atas dasar paksaan yang tentunya dengan dibarengi keteguhan Iman kita kepada Allah SWT agar kita tidak salah dalam mengamalkan ilmu yang kita peroleh. Betapa pentingnya ilmu bagi kehidupan manusia dan islam sangat menekankan akan wajibnya seorang muslim untuk menuntut ilmu, namun pada kenyataannya kita dapat melihat bahwa perkembangan ilmu pengetahuan saat ini dikuasai oleh ilmu-ilmu yang berasal dari pemikiran-pemikiran dunia barat.

  80. egis sugianto berkata:

    Dalam Al-Qur’an bahwa kata ilmu dan kata-kata jadiannya di gunakan lebih dari 780 kali, ilmu menurut saya di digunakan tanpa harus di hitung berapa kali. Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat di gunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu di bidang pengetahuan yang ingin saya tanyakan metode-metode apakah yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tersebut.

  81. Menurut saya artikel Islam dan Ilmu khususnya mengenai “Klasifikasi Ilmu Menurut Ulama Islam” kurang lengkap dan kurang menyentuh pada akar permasalahan yang justru masalah sesebenarnya terletak pada batasan-batasan atau sudut pandang para ulama itu sendiri. Agar tidak menimbulkan kerancuan para pembaca sebaiknya artikel tersebut ditambah bahan-bhan kajian yang sekiranya mendukung atau mencantumkan buku referensi apa yang bagus untuk dibaca agar para pembaca dapat mencari tahu lebih dalam mengenai “Klasifikasi Ilmu Menurut Ulama Islam”. Terima kasih.

  82. pada artikel yang bapak tulis, tercantum bahwa mencari ilmu itu WAJIB! namun bila tidak salah berpendapat, saya kira arti kata “wajib” itu sendiri tidak bersifat mutlak untuk setiap ilmu dan terikat pada batasan sejauh mana manfaat ilmu!

  83. bagai manakah hukumnya? apabila kita sebagai orang muslin melakukan pendalaman ilmu alam khususnya mengenai tata surya seperti yang sedang jadi trend dikalangan astronomi yang secara notabene mereka orang-orang yang berasal dari non muslim! sedangkan dalam artikel diatas disebutkan bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim!

  84. uhar berkata:

    sdr apip, hukumnya bisa mubah atau bahkan wajib jika hal itu dapat membantu umat dalam menjalankan agama

  85. uhar berkata:

    sdr denas pendapat anda benar, jadi tujuan dan manfaatnya harus dipertimbangkan dalam menuntut ilmu

  86. uhar berkata:

    sdr indra, wawasan anda cukup luas, anda punya pemahaman yang bagus, saya setuju bahwa tulisan itu kurang lengkap. untuk itu buku-buku lain yang bisadibaca banyak sekali antara lain :
    sain dan islam, mahdi ghulsyani
    ilmu huduri, hairi yazdi
    talimul mutaalim
    Ihya al ghazali khususnya jilid 2
    munqidu minaddolal al ghazali
    hirarki ilmu dll

  87. uhar berkata:

    saya seuju pendapat anda, penghitungan itu hanya untuk menunjukan intensitas saja

  88. uhar berkata:

    adr ade semoga hal itu dapat menjadi motivasi bagi kita untuk terus belajar

  89. uhar berkata:

    sdr agil supaya kita tidak malas, kita harus rajin, selamat rajin yaa

  90. Dadan Ahmad Gandara berkata:

    Pak, kadang-kadang saya suka bingung mengenai filsafat karena kadang-kadang bagi pemikiran saya selalu tidak masuk akal. Akan tetapi setelah diruntut lebih jauh mengenai filsafat saya menjadi tahau akan pentingnya filsafat, karena filsafat timbul karena akal manusia dan bukan dari luar akal datangnya.

    sekian dan terima kasih, Wassalam.

  91. Dadan Ahmad Gandara berkata:

    Islam dan Ilmu

    Ilmu pengetahuan bagi kehidupan manusia santap penting kaidahnya dan dalam agama Islam sangat menekankan akan wajibnya seorang muslim untuk menuntut ilmu. Di dalam Al-Qur’an juga disebutkan bahwa kata ilmu dan kata-kata jadiannya di gunakan lebih dari 780 kali, ilmu menurut saya digunakan tanpa harus di hitung berapa kali kita mencari ilmu. Namun pada kenyataannya saat ini kita dapat melihat bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dikuasai oleh ilmu-ilmu yang berasal dari pemikiran-pemikran dunia barat dan ilmu-ilmu yang bernafaskan kaidah-kaidah Islam seakan tenggelam dibawah bayang-bayang modernisasi dunia barat.
    Tetapi dengan demikian selaku umat muslim sudah sewajarnya untuk mengetahui ilmu pengetahuan yang bernafaskan kaidah-kaidah Islam, meskipun kita tidak mendalami lebih jauh.
    Wassalam.

    Dadan Ahmad Gandara
    04202520589
    Manajemen (Karyawan)
    Fak. Ekonomi Uniku

  92. novianti sagala(kls Karyawan) berkata:

    Islam adalah ajaran yang sempurna. Menyuruh umatnya beribadah untuk kepentingan akhirat serta beramal saleh untuk kepentingan dunia. Melarang umatnya melakukan kerusakan di muka bumi dan ilmu merupakan sebuah karunia yang tak ternilai sehingga dapat menjadi pedoman bagi kelangsungan hidup manusia.

  93. Leli Nurleli(kls Karyawan) berkata:

    Untuk memahami dan menjelaskan tingkah laku kita sendiri dan orang lain, kita membutuhkan kerangka acuan. Dan sebagai seorang muslim, tentu saja kerangka acuan yang digunakan juga haruslah yang mencerminkan segi-segi Islami. Dan untuk menyusun teori-teori kepribadian yang berwawasan Islam, kita harus tetap memakai dan juga menguasai ilmu pengetahuan masa kini dan juga mampu merekonstruksikan ilmu-ilmu itu sehingga menjadi suatu yang selaras dengan wawasan dan yang ideal dalam islam.

  94. Risna Juanda (kls kary Smt 6) berkata:

    Setelah saya membaca artikel Bapak, menurut pendapat saya ilmu itu WAJIB dipelajari tapi bukan semua ilmu dipelajari karena umur kita tidak mencukupi. Sehingga menurut saya, bagi seorang muslim ilmu yang prioritas wajib dipelajari setiap pribadi adalah Ilmu Hal yakni ilmu yang mempelajari bagaimana cara mendekatkan diri kepada Allah. Kemudian setelah itu baru mempelajari ilmu-ilmu yang dapat melangsungkan kehidupannya. Kita berlindung kepada Allah dari ilmu-ilmu yang tidak bermanfaat.

  95. Assalamualaikum,setelah membaca artikel dari bapak dan sesuai dengan pengalaman saya .apakah benar orang yang mempunyai ilmu itu akan mempunyai kedudukan yang tinggi dibanding orang yang tidak berilmu?soalnya ada teman saya yang menurut saya dia amat pintar dan sesuai dengan hadist bahwa ilmu itu harus diamalkan,tp yang terjadi dengan teman saya dia dicap sebagai orang yang sombong.sebenarnya bagaimana cara mengamalkan ilmu yang baik?karena setelah dicap orang sombong dia jadi minder.dan jadi tidak mau mengamalkan ilmunya,padahal dia ingin sekali menjalankan hadis nabi.wassalam

  96. ASS.apakah kita harus percaya pada ilmu-ilmu tradisional yang biasanya berhubungan mistik seperti ilmu perbintangan.?apakah kita boleh untuk mempelajarinya?sesuai dalam artikel bapa kita harus mencari ilmu sampai ke negeri cina,seperti saya ketahui ilmu mistik banyak menyimpang dari ajaran islam,bagaimana tanggapan bapa tentang hal itu?wass.

  97. fitri juhaeriah/1.B/PE-AP berkata:

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Setelah saya membaca artikel Bapak, ada yang saya tidak mengerti, dalam artikel bapak disebutkan bahwa secara umum kajian Filsafat Ilmu itu mencakup:
    1. Aspek Ontologis, berkaitan dengan objek ilmu, maksudnya ilmu apa?
    2. Aspek Epistemologis, berkaitan dengan metode, metode yang digunakan itu metode apa?
    3. Aspek Axiologis, berkaitan dengan pemanfaatan ilmu, Bagaimana cara memanfaatkan ilmu itu? Wss.

  98. Rita pebriani berkata:

    ilmu menempati kedudukan yang penting dalam islam,apakah orang yang memiliki ilmu dan agama yang tinggi itu berarti mereka memiliki akhlak yang tinggi pula?karna pada kenyataannya banyak orang yang memiliki ilmu dan agama yang tinggi,tapi kedua hal tersebut tidak dapat di terapkan dalam kehidupannya,misalnya orang tersebut mengetahui hal itu salah dan di larang agama tapi mereka tetap melakukannya,apakah prinsip tersebut hanya di terapkan untuk kepentingan pribadi?contoh korupsi di kalangan DPR.bagaimana hukumnya dalam islam?

  99. Assalamualaikum,setelah membaca artikel dari bapak dan sesuai dengan pengalaman saya .apakah benar orang yang mempunyai ilmu itu akan mempunyai kedudukan yang tinggi dibanding orang yang tidak berilmu?soalnya ada teman saya yang menurut saya dia amat pintar dan sesuai dengan hadist bahwa ilmu itu harus diamalkan,tp yang terjadi dengan teman saya dia dicap sebagai orang yang sombong.sebenarnya bagaimana cara mengamalkan ilmu yang baik?karena setelah dicap orang sombong dia jadi minder.dan jadi tidak mau mengamalkan ilmunya.wass

  100. Alis Ernawaty/1.B/PE-AP berkata:

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Setelah saya membaca artikel bapak,dalam kedudukan ilmu sangatlah penting.sehingga salah satu yang membedakan islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap ilmu (sains).menurut saya jadi ilmu dengan agama sangatlah berkaitan.karena ilmu tanpa agama akan buta.dan agama tanpa ilmu akan gelap

  101. Nufazri amalia/1.B/PE-AP berkata:

    Dari mana asal ungkapan carilah ilmu sampai ke negri cina?padahal pada zaman dulu orang luar yang mencari ilmu ke indonesia,walaupun pada kenyatannya sekarang terbalik.apa keistimewaan negri cina sehingga di masukan dalam ungkapan itu?

  102. Rita pebriani/1.B/PE-AP berkata:

    ilmu menempati kedudukan yang penting dalam islam,apakah orang yang memiliki ilmu dan agama yang tinggi,akan memiliki akhlak yang tinggi pula?karna pada kenyataannya banyak orang yang memiliki ilmu dan agama yang tinggi,tapi kedua hal tersebut tidak dapat di terapkan dalam kehidupannya misalnya orang tersebut mengetahui bahwa hal itu salah,tapi mereka tetap melakukannya,apakah prinsip tersebut hanya di terapkan untuk kepentibgan pribadi?contoh korupsi di kalangan DPR.bagaimana hukumnya dalam islam?

  103. awan berkata:

    Saya setuju dengan pendapat Ugin VR 1C PEAP :
    “Dizaman sekarang ini kehebatan manusia tidak diragukan lagi, ini terbukti karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.”
    Berkaitan dengan pendapat di atas… coba klik alamat ini
    http://awan965.wordpress.com/2007/03/19/kehancuran-bumi-tahun-2053-tubrukan-dengan-planet/

    dan alamat ini
    http://awan965.wordpress.com/2007/03/25/bukti-kebesaran-allah-dan-kebenaran-al-quran/

    Kita jangan lupa kepada para investos pendidikan di Indonesia….
    Silakan klik artikel investor pendidikan Indonesia (yang mungkin kita lupakan). klik saja link ini http://endang965.wordpress.com/2007/05/04/ki-hajar-dewantara-1889-1959/

    Coba buka lagi link ini tentang begitu besar Jepang menanamkan investasi pendidikannya
    klik saja link ini http://endang965.wordpress.com/2007/05/06/potret-pendidikan-di-jepang/
    dan
    http://endang965.wordpress.com/2007/05/06/fukuzawa-yukichi-tokoh-pendidikan-jepang/

    Itu semua (investasi pendidikan/pendidikan seumur hidup) sudah ada dalam Al Quran 14 abad yang lalu….

    Menurut saya orang Jepang sudah melaksakan perintah Islam yaitu, belajarlaj mulai dari lahir sampai dewasa, ambil yang baiknya buang yang buruknya, bagaimana dengan kita?

    Padahal Jepang bukan (mayoritas) Islam…

  104. defi gusfari berkata:

    PAK SAYA PERNAH MEMBACA DALAM ARTIKEL LAIN MENGENAI ILMU DAN ISLAM DAN SAYA MENEMUKAN KATA YANG BERTULISKAN “ILMU TANPA AGAMA PINCANG, SEDANGKAN AGAMA TANPA ILMU BUTA” APA MAKNA DARI KATA TERSEBUT. DARI SUDUT PANDANG MANAKAH PENINJAUAN ITU.APA HANYA SUDUT PANDANG ISLAM SAJA.ATAU AGAMA LAIN SECARA UNIVERSAL BERLAKU JUGA?DAN SEBERAPA PENTINGKAH HUBUNGAN ILMU DAN AGAMA

  105. eman sulaeman berkata:

    “Allah meninggikan beberapa derajat (tingkatan) orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu (diberi ilmu pengetahuan) dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
    Dalam ajaran Islam bagaimana derajat/ kedudukan orang-orang yang tidak berilmu, tetapi orang tersebut beriman kepada Allah? atau sebaliknya bagaimana derajat/kedudukan orang-orang yang berilmu, tetapi tidak diimbangi dengan iman dan taqwa kepada Allah?

    Eman Sulaeman
    Tk III/ Akuntansi

  106. meyliawati berkata:

    orang yang berilmu adalah orang yang bermanfaat bagi orang di sekelilingnya. tapi pada kenyataan nya tidak sedikit orang yang berilmu tinggi, dengan gelar yang berjejer tidak mampu mengamalkan ilmunya, tidak mampu menerapkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari sesuai syariat islam.contohnya masih banyak kita temukan tindakan kriminalitas yang justru didalangi oknum berilmu tadi. jadi pada akhirnya lebih baik kita tidak berilmu, tapi menjadi orang yang bermanfaat. wassalam

    meyliawati III/ Akuntansi (karyawan)

  107. nur apriyaningsih/1.B/PE-AP berkata:

    ass, dalam artikel bapak, aristoteles menyebutkan bahwa manusia itu adalah hewan yang berakal sehat,bagaimana pandangan bapak tentang teori itu, dilihat dari sudut pandang islam?apakah bapak setuju atau tidak?wss

  108. Yusef Firmansyah/1.B/PE-AP berkata:

    Ass. Pak apa maksud dari Reflective Thingking (berfikir secara serentak) yang terdapat dalam salah satu ciri karakteristik manusia? Kenapa termasuk dalam karakteristik manusia?

  109. Aryono (Kelas Karyawan/SMT VI) berkata:

    Keberanian, Kekuatan, Nafsu, Cinta dimiliki juga oleh binatang tidak hanya pada manusia, tapi untuk ilmu hanya ada pada manusia inilah yang membedakan manusia dan binatang.Jadi kalau manusia tidak mau menuntut ilmu derajatnya akan turun seperti binatang.permasalahannya sekarang bagaimana ilmu itu bisa diamalkan bukan ilmu untuk ilmu. Sehingga jaman sekarang ilmu itu baru ada di buku, di Flas Disk, di Lap Top Sehingga pada saat ada masalah bingung tidak bisa menyelesaikan karena ilmunya belum bisa masuk kehati.

    .

  110. TONI OSWARA(TK.III/MANAJEMEN-KARYAWAN) berkata:

    Betapa mulyanya ilmu dimata Islam, sehingga Allah menaikan derajat yang lebih tinggi pada orang yang berilmu. Tapi masalahnya apakah semua ilmu yang ada itu di ridhaoi oleh Allah? karena orang bisa masuk surga karena ilmunya juga sebaliknya orang bisa masuk neraka karena ilmunya.

  111. WAWAN SETIAWAN(MANAJEMEN KARYAWAN) berkata:

    Nabi muhammad SAW diturunkan oleh Allah sebagai rahmatan lil’alamin, pada jaman itu adalah jaman jahiliyah yaitu kebodohan, Berkat ilmu yang diwahyukan oleh Allah kepada beliau jaman kebodohan mulai terkikis manusia mulai mengenal man yang baik dan mana yang salah,saya setuju dengan bapak Islam dan Ilmu tidak dapat dipisahkan..

  112. TK berkata:

    MAAF PAK ADA KESALAHAN BUKAN TONI OSWARA TAPI TONI KOSWARA, MAKASIH PAK..

  113. ROKIDIN (KELAS KARYAWAN) berkata:

    Islam sangat mengagungkan ilmu, tetapi mengapa pak justru orang islam yang sering diperbudak oleh ilmu tersebut. contoh aliran islam radikal, teroris misalnya mereka menghalakan membunuh manusia dengan alasan jidad. apa yang salah pak ilmunya atau orangnya?

  114. jujun junaedi (kelas karyawan , semester 6 berkata:

    Ya, saya sependapat dan sangat setuju, Orang yang berilmu dalam pandangan islam mempunyai kedudukan dan derajat yang lebih tinggi, karena orang yang berilmu dalam melakukan segala aktivitas dan tindakan sesuai dengan norma dan tuntunan yang sudah digariskan dalam ajaran Isla, manusia tak luput dari hubungan dengan ALLAH (hablumminallah) dalam bentuk rutinitas ibadah ( Shalat, Zakat, Puasa, Ibadah Hajji, Thoharah dll) dimana masing-masing ibadah memerlukan ilmu dan pengetahuan agar dalam pelaksanaan dan dan tata cara ibadah sesuai dengan tuntunan yang telah diajarkan oleh Al-Qur’an dan Hadits Nabi. Dan manusia juga harus berhubungan dengan sesama manusia (hablumminannash) dalam bentuk (aturan jual beli, pembagian harta warisan, utang piutang, cara mengurus jenazah, musaqqoh-paroan kebun, hidup bertetangga dll) dimana ini memerlukan suatu ilmu untuk menjabarkan hidup bermasyarakat dan sosial agar bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan norma dan etika hidup bermasyarakat tanpa ada yang merasa dirugikan salah satu pihak. Contoh dalam pembagian harta warisan, Islam sudah menjabarkan dengan jelas siapa saja yang berhak untuk mendapatkan harta warisan dan berapa persen pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan, tetapi kalau kita tidak punya ilmunya maka pembagian warisan akan menimbulkan perselisihan, hubungan antar keluarga menjadi renggang bahkan yang lebih ironis bisa terjadi saling membunuh antar saudara sendiri. Dan didalam Islam, orang yang berilmu akan sadar bahwa betapa kecilnya manusia dihadapan ALLAH dan dengan Ilmu pula dalam bertindak dan bertutur kata akan hati-hati dan Wa’ra karena takut akan azab ALLAH yang maha dahsyat, sehingga dijelaskan oleh ALLAH dalam firmannya surat At-taubah ayat 122 yang artinya ” Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya ke medan perang, mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya “. Juga diperkuat oleh Hadits nabi dari Ibnu Abdul Barr ” Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang laki-laki dan perempuan “.
    Jadi antara Ilmu dan Islam sangat berkaitan dan bersinergi satu sama lain untuk menciptakan hubungan yang khusus dan ritual dengan ALLAH dan terpeliharanya hubungan yang harmonis antara manusia dengan manusia sesuai norma, aturan, tatacara dan tuntunan berdasarkan Ilmu yang dimiliki.

  115. Andriyanto/1.B/PE-AP berkata:

    ass..pak damang?alhmdllh saya sdh baca artikel bpk..saya ada prtnyaan dan pngn tahu pak, ada yg menyatkan bhw ilmu berpengetahuan itu pntng bagi kehdpn.kita dan yg pling pnting lg bhw ilmu unk beribdah itulah yg pling penting..trus kalau hnya slah satu dr ke2 prnytaan itu yg dilksnakan bgmna pak?krn dlm kehdpan realita skrng bhw tdk smua orang dpt menimba ilmu kejenjang lbh tnggi dsbabkan faktor ekonomi,apkh tnp ilmu mnusia dpt beribadah dngan baik?krn orng yg tak berilmu sngt mmpengruhi trhdp akhlak dan perbuatan ibadahnya,apkh hrs dituntut untk bs mlkukan ke2nya?trim’s wss..

  116. uhar berkata:

    sdr dadan, kalau makin mendalam mempelajari suatu ilmu, sedikit-sedikit kebingungan akan hilang yang penting belajar terus dan gunakan akal semampu kita sehingga makin berkembang, trims

  117. uhar berkata:

    sdr novianti segala ilmu penting tergantung bagaimana menerapkannya dan motivasi menuntutnya, jadi selamat berenang di samudra ilmu

  118. uhar berkata:

    sdr leli, anda nampak punya pemahaman akan perlunya ilmu didasari nilai-nilai agama, saya setuju banget

  119. uhar berkata:

    sdr risna, itulah yang menurut ulama ilmu fardu ain perlu didahulukan menuntutnya, karena ilmu ini merupakan petunjuk dalam menjalani kehidupan yang baik sesuai nilai agama.

  120. uhar berkata:

    sdr erna, itu merupakan gejala sosial yang unik, namun yang penting bagaimana dengan ilmu itu kita bisa engabdi dengan tulus, jika sudah demikian cap sombong itu hanyalah kedengkian belaka, dan tak perlu terlalu jadi fikiran, karena tuhan tahu itu

  121. uhar berkata:

    sdr mega, memahami ilmu suatu hal dan mengamalkannya adalah hal lain, ilmu-ilmu mistik merupakan fakta sosial yang ada dan memahaminya memerlukan kesiapan dengan cara dan paradigma berfikir yang berbeda dari scientific thinking, kapan-kapan kita diskusi lebih jauh ya

  122. uhar berkata:

    sdr fitri saya berharap anda dapat membaca lagi tulisan saya dalam filsafat ilmu, selamat yaaaa

  123. uhar berkata:

    sdr rita, tak ada jaminan memang, tapi secara ideal orang berilmu dan beragama punya potensi kuat untuk menjadi orang berahlak mulya

  124. uhar berkata:

    sdr alis anda memang benar, saya setuju

  125. uhar berkata:

    sdr nurfazri itu ungkapan hikmah dan bukan hadis, hanya untuk menunjukan intensitas pentingnya ilmu saja

  126. pada prinsipnya ajaran agama islam tidak lepas dari ilmu pengetahuan dan filsafat ilmu yang sudah ada sejak jaman Nabi Muhammad SAW. Artinya seluruh umat manusia di wajibkan untuk mencari ilmu baik itu ilmu dunia maupun ilmu akhirat,dengam tujuan adamya ilmu pengetahuan itu,umat manusia khususnmya umat muslim bisa mengarahkan tujuan hidupnya ke arah yang lebih baik dan sempurna sesuai dengan apa yang telah di jabarkan dalam Al-Qur’an surat Al-Alaq ayat 1-5

  127. uhar berkata:

    sdr Sri febrianingsih, saya setuju pendapat anda, keseimbangan selalu diperlukan.

  128. Irmawanti Hidayat, (Kry AK) berkata:

    Telah banyak keterangan yang menyatakan bahwa setiap orang wajib menuntut ilmu, akan tetapi kenyataan banyak orang yang ilmunya mumpuni tetapi tidak islami, alangkah indahnya apabila manusia dalam menuntut ilmu itu didasari oleh iman dan takwa.

  129. Dudi Rusamsi/1.B/Pe-AP berkata:

    Asalamualaikum ,setelah saya baca artikel bpk!ada yang saya tanyakan,disana kan dikatakan bahwa wajib bagi seseorang untuk menuntut ilmu!tapi bagaimana dengan anak-anak kurang mampuh!kan dizaman sekarang serba mahal dan serba bayar,makasih pak!

  130. Jujun Jaenudin/I.B/pe-ap berkata:

    Assalamuallaikum,,
    Kalssfikasi ilmu menurut ibnu khaldun ada 2 yaitu:
    1. ilmu yang merupakan suatu yang alami pd manusia, yang ia bisa menemukannya karena kegiatan berpikir
    2. ilmu yang bersifat tradisional (naqil)
    pak,apakah ilmu yang bersifat tradisional lahir sejak dini atau adanya ilmu tersebut lahirnya dari pergaulan kita sendiri?

  131. Ade Kurniadi/1.B/PE-AP berkata:

    Ass. Pak setelah saya membaca artikel bapak, ada yang mau saya tanyakan tentang klasifikasi ilmu pengetahuan, ada al maksyufat yaitu ilmu yang diterima langsung dari sumber illahi tanpa keterlibatan indera maupun pikiran spekulatif, maksudnya bagaimana?

  132. Uun Laruni/1B/PE-AP berkata:

    assalamualaikum,,,setelah saya baca artikel bapak.saya ingin menanyakan bahwa ilmu itu memang penting bagi kehidupan kita trus apa yang mendasari kita untuk mendidik generasi muda?dan apa yang menjadi acuan kita untuk mengarahkan generasi muda dalam proses pendidikan?terimakasih.wassalamualaikum,,,

  133. Eti Damayanti/1.B/Pe-AP berkata:

    Assalamualaikum.Dalam pandangan islam kita wajib menuntut ilmu,dan di dalamnya terdapat ilmu mistik atau ilmu ghaib.bagaimana pandangan bapak jika ada orang yang berilmu tetapi tidak mempercayai hal-hal yang ghaib d luar batas kemampuan manusia? misalnya dalam peristiwa isra miraj nabi Muhammad di berangkatkan dari langit ke 1 sampai langit ke 7.Tetapi ada orang yang berilmu tidak mempercayai hal itu.Terima kasih.Wassallam.

  134. Mayasaroh Nur A./1B/PE-AP berkata:

    assalamualaikum,,, setelah saya membaca artikel bapak, saya mau menanyakan klasifikasi yang dikemukakan oleh ibnu khaldun yang membagi kelompok ilmu kedlm dua kelompok yaitu yang pertama ilmu yang merpakan suatu yang alami pada manusia yang ia bisa menemukannya karena kegiatan berpkir,dan yang kedua ilmu yang bersifat tradisional..yang saya tanyakan apakah ada keterkaitan antara kedua klasifikasi ilmu yang diungkapan oleh ibnu khaldun?trim’s wassalamualaikum….

  135. Novi Hernawati/1.B/Pe-AP berkata:

    Assalamuallaikum,,
    pak,apakah seorang muslim wajib memiliki ilmu atau hanya ilmu-ilmu tertentu yang harus dimiliki oleh seorang muslim?

  136. LAELIAYAH M./UNIKU/AKUNTANSI/KRYWN berkata:

    Ass. Kebodohan merupakan tanda kematian jiwa, terbunuhnya kehidupan dan membusuknya umur. Sebaliknya ilmu adalah cahaya bagi hati nurani, kehidupan bagi ruh dan dan bahan bakar bagi tabiat.
    Kebahagian, kedamaian, dan ketentraman hati senantiasa berawal dari ilmu pengetahuan. Itu terjadi karena ilmu mampu menembus yang samar, menemukan sesuatu yang hilang, dan menyingkap yang tersembunyi. Selain itu naluri dari jiwa manusia itu adalah selalu ingin mengetahui hal-hal yang baru dan ingin mengungkap sesuatu yang menarik.
    ayo….sahabat2 .jangan malas kita harus rajinnnnnnn
    (La Tahzan, jangan bersedih !, nikmatnya ilmu pengetahuan)

  137. AGIL AK, UNIKU, AKUNTANSI,KARYWN berkata:

    Ass. Untuk tidak malas mencari ilmu kita harus tahu dulu manfaat dr ilmu itu. alhamdulillah setelah tau nikmatnya ilmu pengetahuan, Kita harus semangat dan rajin ya pa …”kebodohan itu sangat membosankan dan menyedihkan. Pasalnya ia tidak pernah memunculkan hal baru yang lebih menarik dan segar, bila kita ingin senantiasa bahagia, tuntutlah ilmu, galilah pengetahuan dan raihlah berbagai manfaat, niscaya semua kesedihan, kepedihan dan kecemasan akan sirna”….”ALANGKAH MULIANYA ILMU PENGETAHUAN. ALANGKAH GEMBIRANYA JIWA SESEORANG YANG MENGUASAINYA. ALANGKAH SEGARNYA DADA ORANG YANG PENUH DENGANYA, DAN ALANGKAH LEGANYA PERASAAN ORANG YANG MENGUASAINYA”. {Ya Rabb-ku, tambahkan kepadaku ilmu pengetahuan.” “ Ya Allah, aku memohon ilmu yg bermanfaat, amal perbuatan yg dtrima, rejeki yg lapang dan perbaikilah perilakuku serta jauhkanlah aku dari pada perbuatan jelek”}….amin

  138. asep kuhro berkata:

    menurut pendapat saya :
    Islam dan ilmu itu sangat berhubungan sekali dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain. ilmu sangat penting dalam kehidupan kita sehari-hari, karena kalau tidak ada ilmu tidak akan terarah dan teratur juga ulmu menambah pengetahuan kita. karena itu ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu baik bidang agama ekonomi, politis dan lain -lain, yang merupakan pengetahuan-pengetahuan.
    dalam islam ilmu juga sangat penting sekali, karena ilmu berhubungan dengan keimanan dalam diri kita masing-masing, dalam islam orang yang beriman pasti berilmu, cuma cara berimannya itu berbeda-beda ada iman yang kuat dan ada yang tipis.
    orang yang beriman itu sangat berharga dan sangat dihargai, ilmu dalam islam juga penting untukmenambah ilmu agama.
    ada hadis yang mengatakan carilah ilmusam,pai ke negri cina, maksudnya calrilah ilmu walaupun jauh keujung negeri. walaupun banyak rintangan dan kendala yan akan menghadang kita kedudukan ilmu sangat tinggi dan terhormast dalam islam, maka kita wajib mencari ilmu setinggi-tingginya.
    ilmu islam mengajarkan wajinb hukumnya kita beribadah pada Allah SWT, juga mentaati apa yang diperintahkannya danmenjauhi larangan-laranganya. ilmu itu sifatnya alami, dengan berfikir kita bisa menemukan ilmu, dengan membaca kita akan menemukan ilmu jadi ilmu apapundan dimanapun bisa cari.
    N A M A : ASEP KUHRO
    TK/JURUSAN : III/MANAJEMEN
    NIM : 04202510476

  139. mulyana saleh/kls.karyawan/tk.III/manjemen ekonomi berkata:

    Asslmkm Wr.Wb. Saya sangat setuju bahwa islam sangat mengapresiasi ilmu pengetahuan,bahkan orang -orang eropa yang sekarang kita akui (suka atau tidak suka) menjadi pemimpin peradaban,dulunya dulu sekali ketika islam mengalami puncak peradabannya,di baghdad irak atau di andalusia,orang-arang islam adalah guru mereka.ketika itu orang-orang eropa mengalami apa yang disebut era kegelapan,konon di ibu kota inggris jalan kota becek terkena hujan.Sekarang kondisinya berubah sama sekali.Bahkan orang islam sendiri kadang meragukan orang islam lainya,contoh ketika musibah sunami yang menimpa aceh beberapa tahun yang lalu,Arab saudi akan menyalurkan bantuan berupa bangunan jika pengelola proyek itu dilakukan oleh tim dari jerman,dan tidak mau memberikan bantuannya ketka dikelola oleh orang-orang indonesia,yang tidak lain adalah mayoritas islam.Hal ini patut kita renungkan bersama selaku sama-sama orang islam,Kalau kata Zainuddin MZ,”orang islam jangn seperti main layangan ajaran islamnya tinggi menjulang tapi ummatnya dibawah menjadi penonton.Paradigma ini harusd dirubah karena islam sangat menyanjung ilmu sedemikian rupa Firman Allah SWT dalam Al Qur’an yang artinya “Allah akan meninggikan orang-orang berilmu beberapa derajat” harusnya menjadi cambuk bagi ummat ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan seoptimal mungkin disegala bidang,baik itu akidah,ekonomi,sosial,budaya,hankam,bahkan polotik.Masalahnya terkadang ada orang-orang yang memisahkan antara ilmu agama dan umum.padahal di persia di acara majlis-majlis ilmu pengetahuan yang membahas ilmu perbintangan/fisika yang berkembang pada era puncak peradaban islam sebelum mengupas tentang ilmu yang akan di bahas,diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an tentang kekuasaan Allah mengenai alam raya.Sehingga tidak akan terjadi kebuntuan berfikir ketika kemudian di hubungkan dengan maakholakta hadza batila (tidak ada sesuatu yang diciptakan Allah yang tidak ada manfaatnya).trimakasih.Wasslmlkm Wr.Wb.

  140. Desi Nuria/1.B/PE-AP berkata:

    Ass. Pak kenapa sekarang ini banyak orang yang kurang memahami tentang ajaran islam, bahkan ada juga yang belum bisa baca qur’an, kenapa hal ini bisa terjadi? Apakah karena pengaruh dari arus modernisasi atau karena kurangnya kepedulian terhadap agama? Bagaimanakah caranya agar mereka tertarik untuk mempelajari agama islam? Terima kasih!!!

  141. Desi Nuria/1.A/PE-AP berkata:

    Maaf pak,Desi Nuria kelas 1.A bukan 1.B. Terima kasih.

  142. NOVRIYANI 1.B PE-AP berkata:

    Ass pa gimana cara yang baik mengamalkan ilmu tanpa harus kelihatan sombong?dan bagai mana cara nya menjaga ilmu tersebut agar ilmu yang sudah kita miliki tidak mudah hilang dan selalu diingat.apakah ilmu itu akan hilang kalau ilmu itu tidak diamalkan.wassalam

  143. sobarudin 1.B PE-AP berkata:

    Assalamualaikum WRWB. apabila kita berbicara dalam kontek keilmuan, kita tak akan lepas dari eksistensi kemanusiaan. didalam teori mahluk hidup kita mengenal teori pluralisme yaitu semua mahluk yang berada di dunia adalah ciptaan Allah SWT. dan teori modern terbagi atas dua bagian: pertama teori biogenesis yaitu bahwa mahluk hidup itu berasal dari mahluk tak hidup, seperti cacing dari tanah ulat dari daging yang membusuk, kedua teori Abiogenesis yaitu mahluk hidup berasal dari mahluk hidup, yang menjadi pertanyaan:
    1. Dalam kontek keislaman, kita menyakini bahwa manusia itu besal dari tanah, apakah tanah yang dimaksud dalam dalam islam tersebut merupakan tanah bumi atau tanah apa?
    2. Apabila kita lihat dalam teori biogenesis, apakah asal usul terciptanya manusia menurut paradigma islam bisa menjadi ilmiah?
    3. Apakah terciptanya manusia menurut keyakinan islam hanya sebagai filsafat saja ataukah bisa menjadi sebuah teori ilmiah..??
    4. Menurut islam, apakah bumi tercipta lebih dahulu sebelum manusia diciptakan untuk menempatinya?

  144. Rina Farina 1.B PE-AP berkata:

    Ass..Pak. orang yang memiliki ilmu, senantiasa akan memiliki derajat yang tinggi? sedangkan bagaimana dengan orang yang tidak memiliki ilmu cukup tinggi namun ia memiliki akhlak yang mulia?bagaimana pula dengan orang yang berilmu namun tidak memiliki akhlak yang mulia seperti kaum yahudi?kenapa setiap orang yang berilmu bisa memiliki derajat yang tinggi?

  145. kartim 1B PE-AP berkata:

    Assalamualaikum
    menurut bapak apakah islam liberal itu suatu islam yang lebih baik dari pada islam yang tradisional?
    karena menurut saya islam liberal itu akan banyak persepsi atau pemikiran yang berbeda,sehingga banyak penapsiran yang mengacu kesuatu syariah yang dihalalkan.Sedangkan islam tradisional akan mengarah kepada kemunafikan,dan itu akan menghambat perkembangan islam dan tidak bisa menyusuaikan dengan jaman modern.

    Menurut pandangan bapak dari dua istilah islam liberal dan islam tradisional itu bagaimana
    1. Dampak negatif dan positif islam liberal dan islam tradisional
    2. Apakah islam liberal sudah universal di Indonesia ini
    3. Bagaimana dampaknya jika kita menjalankan islam tradisional saja dan
    4. Bagaimana jika banyak persefsi islam liberal apa yang terjadi

  146. sri yuningsih berkata:

    setelah saya membaca tulisan bapak tentang islam dan ilmu mengenai firman Alloh s.w.t dalam alqur’an surat AL Mujadalah ayat 11 bahwa ayat tersebut dengan jelas menunjukan bahwa orang yang beriman dan berilmu(diberi ilmu pengetahuan)akan memperoleh kedudukan yang lebih tinggi. yang saya akan tanyakan :
    -kedudukan yang lebih tinggi yang bagai manakah di mata ALLOH.
    - Semakin ilmu berkembang dan semakin orang di beri ilmu pengetahuan yang tinggi tetapi banyak orang yang menyalah gunakan ilmu tersebut .apakah ada azab alloh apabila ilmu pengetahuan tersebut di salah gunakan mohon penjelasannya.

    Nama : Sri Yuningsih
    Nim : 2005032605
    tingkat :lanjutan
    semester : II/Ic
    jurusan : FE-AP

  147. EVY SOFIATY berkata:

    ASS..Pak?? saya pernah membaca sbuah artikel dr Prof. Dr. Ahmad Salabi bahwa “kemerdekaan yang sudah mereka dapat itu akan hilang dan lenyap, kalau tidak didampingi agama dgn kemajuan ilmu pengetahuan …”. Sehubungan analisa di atas ada 3 hal dlm perhubungan ilmu dan agama:
    1. Kuasa agama terhadap ilmu
    2. Pemisahan daerah agama dan ilmu
    3. Integrasi agama dan ilmu
    Yang ingin saya tanyakan, menurut Bapak apakah maksud dari 3 hal tsb? saya kurang mengerti.
    terimakasih. Wass..

  148. EVY SOFIATY/IB/PE_AP berkata:

    ASS..Pak??Saya pernah membaca sbuah artikel dari Prof.Dr. Ahmad Salabi Bahwa “Kemerdekaan yang sudah mereka dapat itu akan hilang dan lenyap, kalau tidak didampingi agama dan kemajuan ilmu pengetahuan…”.Sehubungan analisa di atas ada 3 hal dlm perhubungan ilmu dan agama:
    1. Kuasa agama terhadap ilmu
    2. Pemisahan daerah agama dan ilmu
    3. Integrasi agama dan ilmu
    Yang ingin saya tanyakan, menurut Bapak apakah maksud dari 3 hal tsb? saya kurang mengerti.
    Terimakasih. Wass..

  149. Ririn Harini.K/1B/PE_AP berkata:

    Ass…..!!!!!! Saya telah membaca artikel bapak dan isinya cukup menarik dan ada hal yang menjadi fikiran saya yaitu:
    1.Tentang asal usul manusia yang dalam artikel bapak dikatakan bahwa manusia berasal dari segumpal darah tapi ada sebagian pendapat yang menyatakan bahwa manusia berasal dari kera dan sebagian lagi menyatakan bahwa manusia berasal dari tanah.bagaiman pendapat bapak tentang hal itu???????
    2.Kenapa kita harus mempelajari filsafat ilmu dan apa manfaatnya bagi kehidupan rohani kita???????

  150. Lilis suryani/1B/PE_AP berkata:

    Ass….!!Saya telah membaca artikel bapak dan saya sangat setuju dengan isi artikelnya.Dan yang ingin saya tanyakan mengapa orang-orang yang mempunyai kedudukan tinggi biasanya orang2 yang tidak mempunyai moral padahal mereka pintar-pintar,bagaimana menurut bapak tentang hal ini??

  151. Didin Sudirman Kelas Karyawan Semester 6 Manajemen berkata:

    ilmu ialah pengetehuan tentang suatu bidang yang disusun menurut metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang pengetehuan dan ilmu itu hanya digunakan untuk menjelaskan gejala di bidang pengetahuan saja.

  152. Didi Rosadi Kelas Karyawan Semester 6 Manajemen berkata:

    Ilmu menurut pandangan Islam yaitu ilmu sangat bermanfaat dalam mendalami, mengamalkan ajaran islam serta dengan ilmu dapat meninggikan harkat dan martabat manusia. Islam sebagai pedoman manusia dalam menelaah semua aspek-aspek dalam kehidupan ini, dan ilmu sebagai sarana untuk menjalani kehidupan ini agar tidak keluar jalur yang diajarkan dalam Islam

  153. Wiwin Sriwinarni berkata:

    Ilmu atau ilmu pengetahuan boleh di cari sampai negeri cina dan ilmu pengetahuan boleh digali sedalam-dalamnya tetapi keluruhan nilai dari ilmu itu sendiri dilihat dari manfaatnya untuk orang lain bukan sekedar bahan untuk diperdebatkan atau didiskusikan sehingga janganlah ilmu hanya menjadi sebuah teori.

    Wiwin Sriwinarni / F.E. Uniku / Kls. Karyawan
    2005052354

  154. Nono berkata:

    Pak Kalo saya pernah dengar ada seorang ustadz berpendapat Ilmu Atau Al ‘Ilm yang dimaksud adalah segala sesuatu yang datangnya dari Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW.
    Sedangkan yang lain adalah disebut seni saja. Seni arsitektur, seni kedokteran, dll.Bagaimana pak ?

  155. Cucu Suprapti,NIM 2005.05.2290, kelas karyawan akuntansi berkata:

    Islam dalam ilmu
    Islam diawali dengan proses keilmuan yaitu “Iqro” = bacalah. sebagaimana diperintahkan, sebagaimana hamba 4jjl untuk menuntut ilmu sampai ke negeri cina, sepanjang hidup.
    Barang siapa menghendaki dunia maka wajiblah memiliki ilmu, barang siapa menghendaki akhirat maka wajiblah memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka ia wajib memiliki ilmu. untuk itu, betapa pentingnya ilmu karena ilmu merupakan akar segala kehidupan manusia yang menjadikan manusia menjadi mahluk yang paling mulia disisi 4jjl.

    kesimpulan “manusia tanpa ilmu bagaikan hidup tanpa nilai”

  156. dadang sunarya berkata:

    jelaslah islam sangat menganjurkan kita untuk mencari ilmu, di dalam hadistpun menjelaskan bahwa wajibnya menunutut ilmu dari buaian orang tua sampai ke liang lahat (meninggal dunia) dari sini jelaslah kedudukan ilmu didalam islam sangat penting sekali. dan dalam Al-Quran juga dijelaskan orang yang berilmu akan diangjat derajat oleh Allah SWT di bandingkan orng yang tidak berilmu.
    kita selaku umat islam tidak ada alasan untuk tidak mencari ilmu secara formal maupun informal.

  157. tita berkata:

    Assalamu”alaikum Wr. Wb. Sebelumnya saya mohon maaf kalo tugas ini baru saya kirim. Membaca artikel bapa mengenai “Islam dan Ilmu” saya tertarik sekali dan saya berpendapat bahwa Mengingat betapa pentingnya ilmu bagi kehidupan manusia, betapa mulianya ilmu di Mata Islam, dan di zaman modern ilmu mendapat penghargaan sangat tinggi. Sudah banyak sekali bukti dalam kehidupan sehari-hari yang mengatakan bahwa ilmu dijunjung tinggi, walaupun ada juga kekecewaan kepadanya karena konsekwensinya juga harus dipikul. Sudah jelas & sudah menjadi suatu kepercayaan yang luas bahwa ilmu serta berbagai metodenya mempunyai sesuatu keistimewaan. Yang ingin saya tanyakan : Apa sebenarnya yang telah membuat ilmu itu demikian istimewa ?

    NAMA : TITA NOVITA
    JURUSAN : AKUNTANSI/FE UNIKU
    SEMSTER : VI
    KELAS : KARYAWAN

  158. uya elang berkata:

    semoga tetap jaya dan bertambah artikel-artikel yang bisa membuat orang lain sadar.By elang di Aceh

  159. Jamil berkata:

    ilmu dalam pengertian islam adalah pengetahuan yang di temukan oleh seseorang dalam hidupnya..apakah itu bisa di artikan demikan?

  160. aris berkata:

    tolong diperjelas tentang aspek aspek ontologi, epistemologi, axiologi, matur nuwun sanget je……..h.

  161. Saeful R berkata:

    hebat pa Uhar,
    Mnatab lah

  162. Bambang Kusnanto berkata:

    Tidak ada yang lebih tinggi dari Islam, dan islam sebagai petunjuk akan mampu membawa manusia yang berusaha mengenal islam dengan benar ke arah peningkatan derajat manusia itu sendiri. Artinya hanya orang-orang yang berilmu yang akan ditingkatkan derajatnya oleh Allah SWT.

  163. madd berkata:

    islam adalah din, yang benar dan haq

  164. zainal abidin berkata:

    saya mau tanya jd apa2 saja yg mnjadi contoh, filsafat ilmu ontologis,epistemologis,dan axiologis,,tlng berikan jwbannya karena diatas tdk ada penjesannya,terimakasih.

  165. Mirza berkata:

    Agama didefinisikan sebagai tuntunan ilahi bagi manusia untuk mencapai kebahagiaan duni dan akhirat. sjalan dgn psatnya perkmbngan ilmu pengtahuan dan tekhnologi, perhatian terhadap agama semakin berkurang. menurut pendapat anda, apa arti agama bagi kehidupan manusia dan apakah ia bertentangan dengan ilmu Pengetahuan (sain)

  166. jarwoto berkata:

    ilmuku apakah akan hilang?

  167. tian berkata:

    Dalam Islam, ilmu tidak hanya menekankan pada intelektual semata tanpa memperhatikan etika dan norma-norma agama. artinya ilmu dalam Islam bukan bebas nilai (free value)tapi penuh dengan nilai (nilai), sehingga dengan semakin memperdalam atau menggali ilmu, semakin menjadikan orang tersebut bijaksana dalam memahami hidup dan kehidupan ini. Jadi kalau dengan perkembangan ilmu dan teknologi seseorang malah makin jauh dari Tuhanya, maka orang itu tidak mengerti akan hakekat ilmu itu sendiri. Allah berfirman: sesungguhnya yang paling takut kepada allah diantara hamba –hambanya adalah ulam (surat faatir:28.)

  168. dwipilanto berkata:

    lalu bagaimana tetang pengklasifikasian terhadap ilmu islam, agar menjadi islam yang baik tentu dibutuhkan pemahaman ilmu dasar tentang keislaman apakah itu? ada sebagian ulama menyebutkan seperti ini: ilmu dasar islam terdiri dari 3 ilmu:
    1. ilmu fiqih
    2. ilmu tauhid
    3. ilmu tasawuf..

    apakah definisi tersebut sudah benar?

  169. Budi Satriadi berkata:

    ilmu dasar islam terdiri dari 2 ilmu :
    1.ilmu kalam (pemikiran)
    2.ilmu tasawuf(pensucian)

    pada waktu zaman ilmu kalam di kembangkan islam tak terkalahkan dalam bidang apapun,sampai islam menguasai 2/3 dunia,tetapi pada waktu muncul nya ilmu tasawuf ,umat islam banyak mengutamakan pendekatan diri kepada Allah(Taswauf).ilmu tasawuf pun berkembang,ada nama nya tasawuf kontemporel yang mana menjadikan manusia menjadi Zuhud.yang mana mencari kekayaan.menciptakan teknologi dan apa yang berhubungan dengan kemajuan dalam kehidupan.tetapi apa yang didapat itu dijadikan proses pendekatan kepada Allah.orang yang Zuhud tidak terlalu cinta/terkesan terhadap keuangan,teknologi(DUNIA).lawan dari pada zuhud adalah hubud dunia.

  170. triwin_ _ berkata:

    bagaimana ce pendapat orang -orang timur mengenai ilmu?
    apakah ada hubungannnya ilmu dengan agama menurut orang-orang timur???

  171. Syahrul Takim berkata:

    Intisari dari islam adalah Ilmu, Iman dan amal.

  172. yussi berkata:

    apa arti dari kata ilmu ?

  173. MAWAR berkata:

    KAJIAN YG DI KAJI BELUM SEMPURNA COBA KITA SAMA SAMA MENCARINYA

  174. Riesnandar berkata:

    Lihat Al Qur-an Surat Ar Rahman ayat 2 ‘Allamal Qur-aan (Dia / Allah yang telah mengajarkan Al Qur-an) pada kata ‘Allama (dari kata dasar ‘ilman) berarti yang dimaksud dengan ‘ilmu itu sendiri adalah Al Qur-an. jadi Al Qur-an adalah satu-satunya ‘ilmu dalam kehidupan ini yang datang dari Allah untuk manusia melalui raul-Nya guna memperlakukan alam yang seluruhnya adalah patuh / tergantung kepada Allah. maka hal ihwal selain dari Al Qur-an merupakan bayangannya atau pemutarbalikannya saja.

  175. Amin berkata:

    assalamualaikum… bapak gimana jika kita begitu susah memeahami sebuah ilmu….

  176. abby berkata:

    dPt memBantu tUgas sEkOLAH q,ThANKS Ya

  177. paijo berkata:

    Like This ^^

  178. jaya abubakar berkata:

    sy btuh makalah yg lengkap mengenai menuntut ilmu dlm islam,mulai dr pendahuluan sampai daftar pustaka

  179. Nida maulina r berkata:

    dalam filsafat ilmu membahas ilmu dan nilai, ilmu bebas nilai dan ilmu tidk bebas nilai
    saya ingin bertanya bagaimana islam memandang ilmu yg terkait dng ilmu bebas nilai dan ilmu tidk bebas nilai ?

  180. tedi kodin berkata:

    Ada seorang ustad yang berceramah mengenai ilmu, dia beranggapan bahwa ilmu yang dipelajari disekolah seperti fisika,biologi dll, tidaklah penting untuk dipelajari. saya pribadi tidak setuju dengan pendapat ini karena walaubagaimanapun ilmu yang tertulis didunia ini berupa ayat kauniyyah adalah ilmu Allah juga. bagaimana pendapat ustad mengenai hal ini?

  181. pencari kebenaran berkata:

    Hubungan agama dengan ilmu

    Sebelum kita berbicara secara panjang lebar hubungan antara agama dengan ilmu dengan segala problematika yang bersifat kompleks yang ada didalamnya maka untuk mempermudah mengurai benang kusut yang dilihat oleh manusia seputar hubungan antara agama dengan ‘ilmu’ maka kita harus mengenal terlebih dahulu dua definisi pengertian ‘ilmu’ yang jauh berbeda satu sama lain,yaitu definisi pengertian ‘ilmu’ versi Tuhan dan versi sudut pandang manusia.
    Pertama adalah definisi pengertian ‘ilmu’ versi sudut pandang materialistik yang lahir melalui saintisme yang mendeskripsikan definisi pengertian ‘ilmu’ sebagai ‘segala suatu yang sebatas wilayah pengalaman dunia indera’ sehingga yang diluar wilayah pengalaman dunia indera menjadi tidak bisa didefinisikan sebagai wilayah ilmu.ini adalah pandangan yang kita kenal sebagai saintisme,faham ini berpandangan atau beranggapan bahwa ilmu adalah ‘ciptaan’ manusia sehingga batas dan wilayah jelajahnya harus dibingkai atau ditentukan oleh manusia.artinya manusia harus mengikuti pandangan manusia.
    Kedua adalah definisi pengertian ‘ilmu’ versi Tuhan yang mendeskripsikan ilmu sebagai suatu yang harus bisa mendeskripsikan keseluruhan realitas baik yang abstrak maupun yang konkrit sehingga dua dimensi yang berbeda itu bisa difahami secara menyatu padu.pandangan Ilahiah ini menyatakan bahwa ilmu adalah suatu yang berasal dari Tuhan sehingga batas dan wilayah jelajahnya ditentukan oleh Tuhan dan tidak bisa dibatasi oleh manusia artinya manusia harus mengikuti pandangan Tuhan.
    Mengapa bisa terjadi sesuatu yang dianggap sebagian manusia sebagai ‘benturan antara agama dengan ilmu’ (?) bila dilihat dengan kacamata Ilahi sebenarnya bukan terjadi benturan antara agama dengan ilmu sebab baik agama maupaun ilmu keduanya berasal dari Tuhan yang mustahil berbenturan.benturan itu terjadi karena manusia membatasi pengertian ‘ilmu’ diseputar wilayah dunia indera,sebaliknya agama tidak membatasi wilayah ilmu sebatas wilayah pengalaman dunia indera karena ilmu harus mendeskripsikan keseluruhan realitas baik yang abstrak maupun yang gaib sehingga otomatis ilmu yang di persempit wilayah jelajahnya (sehingga tak boleh menjelajah dunia abstrak) itu akan berbenturan dengan agama.
    Jadi yang berbenturan itu bukan agama vs ilmu tapi agama versus definisi pengertian ‘ilmu’ yang telah dipersempit wilayah jelajahnya.
    Dalam konsep Tuhan ilmu adalah suatu yang memiliki dua kaki yang satu berpijak didunia abstrak dan yang satu berpijak didunia konkrit dan konsep ilmu seperti itu akan bisa menafsirkan agama.sebaliknya konsep ilmu versi kaum materialistic hanya memiliki satu kaki yang hanya berpijak didunia konkrit yang bisa dialami oleh pengalaman dunia indera sehingga dengan konsep seperti itu otomatis ilmu tidak akan bisa menafsirkan agama.
    Jadi bila ada fitnah ‘benturan agama vs ilmu’ maka yang harus kita analisis adalah definisi pengertian ‘ilmu’ versi siapa yang berbenturan dengan agama itu,bila itu adalah definisi pengertian ‘ilmu’ versi saintisme (yang membatasi ilmu sebatas wilayah pengalaman dunia indera) maka itu adalah suatu yang pasti akan terjadi,sebab agama tidak membatasi ilmu sebatas wilayah pengalaman dunia indera sebab dalam pandangan Tuhan ilmu adalah sesuatu yang harus bisa menjangkau keseluruhan baik yang abstrak maupun yang konkrit (sehingga dua alam itu bisa difahami secara menyatu padu sebagai satu kesatuan system).
    ‘ilmu’ dalam saintisme ibarat kambing yang dikekang oleh tali pada sebuah pohon ia tak bisa jauh melangkah karena dibatasi wilayah jelajahnya harus sebatas wilayah pengalaman dunia indera sehingga ‘yang benar menurut saintisme adalah segala sesuatu yang harus terbukti secara empirik (tertangkap mata secara langsung),dengan prinsip inilah kacamata saintisme menghakimi agama sebagai ‘tidak berdasar ilmu’.
    Bandingkan dalam agama wilayah jelajah ilmu itu luas tidak dibatasi sebatas wilayah pengalaman dunia inderawi sebab itu ‘ilmu’ dalam agama bisa merekonstruksikan realitas secara keseluruhan baik yang berasal dari realitas yang abstrak (yang tidak bisa tertangkap mata secara langsung) maupun realitas konkrit (yang bisa tertangkap oleh mata secara langsung).jadi ilmu dalam agama tidak seperti kambing yang dikekang.
    Yang mesti diingat ‘sains’ (kini) pengertiannya adalah ilmu seputar dunia materi (yang bisa terbukti secara empirik) jadi sains bukanlah ilmu dalam pengertian yang bersifat menyeluruh karena wilayah cakupannya terbatas sebatas dunia materi yang bisa di tangkap dunia indera,sebab itu sungguh janggal bila sains menghakimi agama yang wilayah jelajahnya meliputi keseluruhan realitas,sebab itu sama dengan meteran tukang kayu digunakan untuk mengukur lautan nan dalam.

  182. pencari kebenaran berkata:

    Perbedaan pandangan yang bersifat mendasar antara agama dan filsafat dalam hal ‘ilmu’ dan ‘kebenaran’ adalah : dalam agama ilmu (dan kebenaran) itu bersifat hierarkis sebab berujung atau mengerucut atau bermuara pada satu titik yaitu (pengertian) Tuhan,sedang dalam filsafat ilmu dan kebenaran itu datar dan acak sebab tidak bermuara pada satu titik tapi bermuara pada banyak kepala,pada banyak mazhab,pada banyak pendapat,bahkan hingga saat ini.bahkan dalam filsafat kontemporer nasib ‘kebenaran’ makin parah sebab ia dijatuhkan kembali ke lembah relativisme seperti zaman sophies dulu.tapi masih banyak orang yang terpesona dengan filsafat dan masih memandangnya sebagai ‘ibu kebenaran’ padahal karena filsafat berasal dari hasil olah fikir manusia yang serba terbatas maka apa yang datang dari dunia filsafat selalu terdiri dari dua bagian : yang benar dan yang salah,sehingga keliru kalau filsafat dikultuskan sebagai ‘kebenaran’.

  183. ujang bandung berkata:

    mana yang lebih dahulu tahu dalam hal segala suatu termasuk ilmu apakah manusia atau Tuhan (?) kalau manusia yang terlebih dahulu tahu berarti Tuhan tahu belakangan dari manusia dan itu berarti Tuhan tidak maha tahu,sedang kalau Tuhan maha tahu konsekuensinya secara logika adalah Tuhan yang terlebih dahulu tahu segala macam ilmu dari pada manusia,jadi manusia yang sombong dengan merasa bahwa ilmu adalah ‘ciptaannya’ berarti ia tidak tahu darimana sebenarnya ilmu berasal,apakah ia tidak faham bahwa ilmu itu turun melalui ilham dan para penemu ilmu dizaman dahulu hanya tahu setelah datang padanya apa yang disebut ilham,sebagai contoh manusia bangga dengan iolmu komputer yang canggih tapi (bila memakai logika) tidakkah ia berfikir bahwa mustahil Tuhan takjub dengan ilmu komputer yang ditemukan oleh manusia sebab sebelum manusia diciptakanpun seluruh ilmu yang saat ini sudah ditemukan manusia termasuk ilmu tentang komputer sudah ada pada Tuhan.sebab itu coba perluas cara berfikir logika akal fikiran anda tentang Tuhan (!) anda pasti menemukan hal hal yang mengejutkan (!)

  184. Dr. Uhar Suharsaputra berkata:

    Tuhan menunjukaan dan mengarahkan manusia melalui nabi, rasul dan kitab suci, bagi umat islam Quran bukan kitab ilmu pengetahuan tapi petunjuk, yang diperlukan manusia untuk mengembangkan kemampuan berfikirnya dalam memahami sunnatullah fil alam dan sunattulaah fi tasyri….jadi peran manusia sebagai khalifah jelas amat menentukan dalam menggali semua itu, dan dari situ berkembanglah ilmu….terima kasih atas nasehatnya yaaa, saudaraku ujang bandung….belajar ters baca terus…..yaaaaa…

  185. ahmadsjahroni berkata:

    Wah, Alhamdulillah hebat komentar tentang Ilmu, bagi saya marilah kita buktikan kalau sudah berilmu, apakah yang sudah kita perbuat, Allah menuntut hasil ilmu yang kita peroleh, bukan sekedar mengagungkannya, belum bisa menjamin orang yang banyak ilmunya, mampu memperaktekkannya, ini banyak kita buktikan, kekayaan alam yang diberikan Allah belum mampu kita bisa manfaatkan, hingga banyak terjadi musibah yang menghantam diri kita sendiri, karena rasa syukurnya yang minimalis, yang ada kecongkakan manusianya hingga menimbulkan saling perselisihan dan permusuhan, ini diakibatkan karena mersa berilmu lebih baik dari yang lain. padahal kita memiliki ilmu apapun tanpa seizin Allah swt tidak akan mampu menguasainya. sumber ilmu sebenarnya ada dalam surat Al`Alaq yang 5 ayat disebutkan diatas. bila dikembangkan akan memperoleh hasil : 1. Manusia mengenal Rabbnya. 2. Manusia akan mengenal dirinya. 3. Manusia selalu sadar untuk melakukan kebajikan 4. Manusia selalu mendapat petunjuk dari Allah dalam kemudahan 5. manusia mampu memiliki keterampilan hidup untuk mengembangkan amal kebajikan yang ada dalam dirinya. smoga yang 5 ayat ini bisa kita kembangkan menjadi 666 ayat berikutnya bisa setahap demi setahap kita mampu memperaktekkannya. Dan semuanya ini untuk persiapan amailah kita diakhirat kelak.

  186. pencari kebenaran berkata:

    Kemudian bila yang dimaksud ‘ilmu’ oleh kacamata sudut pandang saintisme adalah apa yang mereka sebut sebagai ‘sains’ maka itu adalah pandangan yang keliru,sebab untuk mendefinisikan apa itu ‘sains’ kita harus berangkat dari dasar metodologinya,bila metodologi sains adalah metode empirisme dimana parameter kebenaran ilmiah nya adalah bukti empirik maka kita harus mendefinisikan ‘sains’ sebagai ‘ilmu seputar dunia fisik-materi’ sebab hanya dunia fisik-materi itulah yang bisa dibuktikan secara empirik,sedang definisi pengertian ‘ilmu’ menurut versi Tuhan adalah alat atau jalan atau cara untuk mengelola dan memahami keseluruhan realitas baik yang abstrak maupun yang konkrit (sehingga kedua alam itu bisa difahami sebagai sebuah kesatuan unit-sistem),dan metodologi ilmu versi Tuhan itu tidak dibatasi oleh keharusan bukti empirik sebab pertama : realitas itu terdiri dari yang abstrak dan yang konkrit sehingga untuk memahami keduanya secara menyatu padu otomatis metodologi ilmu tak bisa dikonsep harus sebatas yang bisa terbukti secara empirik sebab bila demikian maka dunia abstrak menjadi keluar dari konstruksi ilmu,dan kedua : secara alami manusia sudah diberi akal dan hati yang memiliki ‘mata’ untuk menangkap dan memahami realitas atau hal hal yang bersifat abstrak.(bila mata indera adalah alat untuk menangkap realitas dunia lahiriah-material,maka akal adalah alat untuk menangkap konstruksi nya sedang hati menangkap essensinya).
    Sebab itu bila ilmu diibaratkan sebuah bangunan besar yang memiliki banyak ruang maka ‘sains’ (termasuk teknologi) didalamnya adalah salah satu kamarnya.inilah gambaran tentang ilmu yang tidak difahami kaum materialist,yang gambarannya tentang ‘ilmu’ hanya hidup diruang ‘sains’.ia lupa atau tidak tahu bahwa teramat banyak ruang lain yang untuk memasukinya memiliki metode yang berbeda dengan sains.

    Jadi mesti diingat bahwa ‘sains’ pengertiannya kini harus difahami sebagai ‘ilmu seputar dunia materi’ (yang bisa terbukti secara empirik) agar dalam pandangan manusia pengertiannya tidak tumpang tindih dengan definisi pengertian ‘ilmu’ yang sebenarnya. jadi ‘sains’ bukanlah ilmu dalam pengertian yang bersifat menyeluruh karena wilayah cakupannya terbatas sebatas dunia materi yang bisa di tangkap dunia indera, (sebab itu sungguh janggal bila parameter sains digunakan sebagai alat untuk menghakimi agama yang wilayah jelajahnya meliputi keseluruhan realitas,sebab itu sama dengan meteran tukang kayu digunakan untuk mengukur lautan nan dalam).

    Artinya bila dilihat dari kacamata sudut pandang Tuhan maka apa yang dimaksud ‘sains’ sebenarnya adalah salah satu cabang ilmu,tapi kacamata sudut pandang saintisme mengklaim bahwa (satu satunya) definisi pengertian ‘ilmu’ yang benar menurut mereka adalah konsep saintisme / yang memparalelkan pengertian ‘ilmu’ dengan ‘sains’ seolah hanya sains = ilmu, dan ilmu = hanya sains,dimana selain ‘sains’ yang lain hanya dianggap ‘pengetahuan’ (sebagaimana telah tertera dalam buku buku teks filsafat ilmu).
    Kaum materialist tidak mau menerima bila konsep ‘ilmu’ dikaitkan dengan realitas dunia abstrak sebab saintisme berangkat dari kacamata sudut pandang materialistik ‘bermata satu’.yang pasti bila kita menerima definisi konsep ‘ilmu’ versi barat (dengan metodologi yang harus terbukti secara empirik) maka agama seperti ‘terpaksa’ harus difahami sebagai ‘ajaran moral’ bukan kebenaran berasas ilmu (sebagaimana pemahaman filsafat materialist terhadap agama).padahal menurut konsep Tuhan agama adalah kebenaran berdasar ilmu,(hanya ‘ilmu’ yang dimaksud adalah konsep ilmu yang bersifat universalistik yang hanya bisa difahami oleh manusia yang ‘bermata dua’/bisa melihat kepada realitas dunia abstrak dan dunia konkrit secara berimbang).
    Jadi mari kita analisis masalah (ilmu dan kebenaran ) ini dari dasar dari realitas yang bersifat menyeluruh,sehingga umat manusia tidak terdoktrin oleh ‘kebenaran’ versi sudut pandang materialist yang sebenarnya berpijak pada anggapan dasar bahwa yang real atau ‘realitas’ adalah hanya segala suatu yang bisa tertangkap dunia indera (dan secara metodologis bisa dibuktikan secara empirik),dan terlalu picik untuk bersandar pada anggapan demikian, mengingat hanya sebagian kecil saja realitas yang bisa ditangkap oleh dunia pengalaman indera manusia,sehingga wajar bila melalui agama Tuhan memberitahukan kepada manusia realitas yang dunia panca indera manusia tidak bisa menangkapnya.

    Jadi bila saat ini banyak pandangan yang ‘bias’ – ‘rancu’ seputar hubungan agama dengan ilmu itu karena definisi pengertian ‘ilmu’ yang saat ini dominan dan menguasai dunia adalah definisi ‘ilmu’ versi saintisme itulah,dan banyak orang yang belum bisa mengoreksi pandangan saintisme itu dari benaknya,banyak orang yang tanpa sadar memakai kacamata saintisme dalam memahami hubungan agama dengan ilmu sehingga kala melihat agama ia melihatnya sebagai suatu yang seolah ‘berada diluar wilayah ilmu’ itu karena saintisme membatasi ‘ilmu’ sebatas wilayah pengalaman dunia inderawi. sedang definisi pengertian ‘ilmu’ versi Tuhan memang hanya difahami sedikit orang yang memiliki pandangan berimbang antara melihat kedunia abstrak dengan melihat ke dunia konkrit.
    Agama yang difahami secara benar dan ilmu pengetahuan yang juga difahami secara benar akankah bertentangan (?),mustahil ! sebab dua hal yang benar mustahil bertentangan satu sama lain melainkan akan saling mengisi satu sama lain walau masing masing mengisi ruang yang berbeda serta mengemukakan kebenaran dalam persepsi yang berbeda.(hanya manusia yang sering tidak bisa menyatu padukan beragam ruang serta beragam persepsi yang berbeda beda itu padahal semua ada dalam satu realitas keseluruhan dan mengkristal kepada suatu kesatuan konsep-makna-pengertian).
    Agama dan ilmu telah menjadi korban fitnah besar dan telah menjadi seperti ‘nampak bertentangan’ karena dalam sejarah telah terjadi provokasi besar besaran oleh kacamata sudut pandang ideology materialistik yang memposisikan agama dan ilmu pada posisi yang seolah bertentangan,karena kacamata sudut pandang materialistik melihat-memahami dan mengkonsepsikan agama secara salah juga melihat-memahami dan mengkonsepsikan ‘ilmu’ secara salah akibatnya mereka (materialist) sulit menemukan keterpaduan antara agama dengan ilmu.
    Sebab itu bila ingin memahami konsep agama dan ilmu secara benar kaji kitab suci secara ilmiah dengan tidak bersikap a priori terlebih dahulu.dan yang mesti diingat adalah bahwa segala bentuk hipotesa – teori yang tidak berdasar fakta-yang cuma khayalan – yang cuma teori-filosofi seputar sains yang berdasar ideology materialist (bukan murni sains),semua adalah ‘karat’ yang membuat agama dengan ilmu akan nampak menjadi bertentangan, sebab agama hanya menerima yang berdasar fakta kenyataan sebagaimana yang Tuhan ciptakan.ironisnya tidak sedikit ilmuwan-pemikir yang menelan mentah mentah konsep saintisme ini sehingga agama dan ilmu nampak berada pada kotak yang berjauhan yang seperti sulit atau tidak bisa disatu padukan,bahkan pengkaji masalah hubungan agama-ilmu seperti Ian g. barbour sekalipun belum bisa melepas kacamata saintisme ini dari kacamata sudut pandangnya sehingga ia menemukan kerumitan yang luar biasa kala membuat peta hubungan antara agama dengan ilmu.

    ‘Sains murni’ seperti hukum fisika mekanisme alam semesta,hukum hukum ilmu fisika murni, matematika murni,ilmu tentang listrik,ilmu biology dlsb.yang memiliki bukti fakta empirik yang konkrit yang pasti dan terukur pada dasarnya pasti tidak akan bertentangan dengan agama justru menguatkan pandangan agama,tapi teori khayali yang tak berdasar kenyataan seperti Darwin pasti akan berbenturan dengan agama,tapi oleh kaum materialist ilmiah justru teori inilah yang dihadapkan pada garis terdepan (seolah ia mewakili dunia ilmu !) dan dibenturkan secara langsung dengan agama kala membahas masalah hubungan agama dengan ilmu hingga lahirlah salah satu fitnah akhir zaman yang terbesar sepanjang sejarah didunia.
    Saat ini dengan eksistnya ideology materialisme ilmiah di dunia sains nampak fitnah itu seperti dijaga ketat supaya terus ada hingga kini dengan berbagai cara bahkan dengan cara yang tidak ilmiah sekalipun,seperti contoh : kengototan luar biasa dalam mempertahankan teori Darwin saat teori itu makin terbukti tidak memiliki validitas ilmiah-kemudian penafsiran teori relativitas lalu fisika kuantum ke arah yang sudah bukan sains lagi yaitu ke tafsir tafsir materialistik,dicurigai dibalik semua itu mereka sebenarnya tidak ingin agama dan ilmu nampak sebagai dua konsep menyatu padu sebab kesatu paduan agama dengan ilmu sudah pasti akan menghancurkan ‘kredibilitas ilmiah’ ideology atheistik materialistik yang bersembunyi dibalik wacana wacana filsafat-sains.
    Pemikiran-pandangan-opini-pernyataan sudut pandang materialist itulah yang membuat filsafat-sains nampak selalu berbenturan langsung dengan agama,dan mereka (materialist) berusaha memonopoli tafsir tafsir seputar sains sehingga penafsir sains yang menafsirkan segala suatu seputar sains diluar cara pandang mereka akan langsung distigma kan sebagai pernyataan yang ‘apologistik’ (dibuat buat agar nampak ‘ilmiah’).
    Kesimpulannya : adanya dua konsep ‘ilmu’ melahirkan adanya dua konsep kebenaran yang jauh berbeda : kebenaran versi sudut pandang manusia dan kebenaran versi sudut pandang Tuhan. (karena ilmu adalah konstruksi dari konsep kebenaran).dimana ’kebenaran’ versi sudut pandang manusia yang terkonsep dalam ‘saintisme’ adalah bentuk kebenaran yang wilayah cakupan nya terbatas pada segala suatu yang tertangkap dunia pengalaman indera dan atau bisa dibuktikan secara empirik,berbeda jauh dengan konsep ‘kebenaran’ versi Tuhan yang wilayah cakupan nya meliputi serta merangkum keseluruhan realitas (yang abstrak dan yang konkrit).
    Dengan mengenal konstruksi dari dua bentuk konsep kebenaran yang jauh berbeda akan mempermudah kita dalam mengurai problem agama dengan ilmu termasuk juga problem benturan yang paling mendasar antara kacamata sudut pandang ‘Barat’ dengan Islam.dan harus disadari kita harus memiliki kerangka dasar ilmiah yang konstruktif dalam melawan dominasi konsep – pengertian ‘ilmu’ versi barat.

  187. muhammad saleh berkata:

    terimakasih atas informasinya yg tentu membawa pengetahuan baru bagi saya tentang pentingnya ilmu bagi setiap insan

  188. dian berkata:

    seberapa pentingnya seseorang yang mempunyai profesi yang mulia harus membekali dirinya dengan ilmu agama ? kalo yang tau, mohon jawab :)

  189. verry nanda berkata:

    mau tanya dong.
    apa hukumnya orang islam belajar sama orang non islam/ belajar di instansi non islam…..?

  190. mughis berkata:

    terimakasih banyak pak Uhar atas semua data yg bpak paparkan. sya mendapat data yg luar biasa bagus. salam kenal Abdul Mughis al-habsyi

  191. isa berkata:

    izin copas pak

  192. Asslm wr. wb

    trima kasih bapak atas bacaanya, tapi saya mau menanyakan apakah ilmu itu berwujud atau tidak?
    maksih atas perhatianny

    wasslm wr. wb

  193. adnan berkata:

    ilmu adalah petunjuk yang datang dari Allah SWT.untuk keselamatan manusia di dunia dan akhirat.

  194. yusuf irshan berkata:

    terimakasih infonya
    izin share ke yang lain

  195. lapak qanita.com berkata:

    menuntut ilmu dalam islam sangat diwajibkan,karena agar tidak salah dalam bertindak.
    makasih informasinya ya gan?

  196. heru siswanto berkata:

    Trimakasih materi bagus banget

  197. I have been exploring for a little for any high quality articles
    or blog posts on this sort of house . Exploring in Yahoo I finally stumbled upon
    this web site. Studying this information So i’m happy to exhibit that I’ve
    a very just right uncanny feeling I came upon just what I needed.
    I so much indubitably will make certain to do not overlook this website and give it a
    look on a relentless basis.

  198. Downloadgame berkata:

    ulasan yang lengkap sekali soal ilmu

  199. ilman berkata:

    nice

    (ilmanmuttaqin.student.ipb.ac.id)

  200. tedi berkata:

    terima kasih sekali inmformasinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s